Page 635 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 635

WAGUB RIZA AKUI TIDAK MUDAH PUTUSKAN UMP 2022

              Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui pihaknya tidak mudah memutuskan
              besaran Upah Minimum Provinsi ( UMP ) 2022. Pasalnya, besaran UMP 2022 tersebut harus
              merupakan  besaran  yang  adil  untuk  semua  pihak,  baik  buruh,  pengusaha,  masyarakat  dan
              pemerintah.

              “Kami Pemprov tentu ingin memberikan yang terbaik bagi semua, bagi buruh, bagi kepentingan
              swasta dan tentu yang paling penting bagi kepentingan masyarakat itu sendiri dan baik untuk
              pemerintah,” ujar Riza Di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

              Riza  menegaskan  pihaknya  tidak  bisa  mengambil  keputusan  sepihak  sehingga  Pemprov  DKI
              selama ini telah berdialog dan berdiskusi dengan perwakilan para buruh dan pengusaha untuk
              mendengarkan pandangan, saran dan masukan dari meraka. Riza enggan membocorkan angka
              besaran UMP 2022 yang akan ditetapkan Pemprov DKI setelah mendengarkan masukan para
              pihak.
              “Kita harus mendengarkan masukan, harus diskusi dengan semua pihak, termasuk pemerintah
              pusat, nanti pada waktunya akan disampaikan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada,
              prinsipnya kami akan memberikan yang terbaik,” tandas dia.

              Sebelumnya,  Riza  mengatakan  besaran  UMP  2022  harus  realistis  dengan  situasi  yang  ada.
              Pasalnya, pandemi Covid-19 telah berdampak sangat besar terhadap semua sektor termasuk
              ekonomi yang juga sangat terpukul. “Realistis melihat kondisi yang ada. Kita usahakan yang
              terbaik.  Sebenarnya  bukan  cuma  buruh,  kami  juga,  Pemprov  dan  pengusaha,  ingin  ada
              peningkatan.  Namun,  kita  ketahui  ini  masih  di  masa  pandemi.  Ekonomi  belum  semuanya
              bergerak dengan cepat, dengan baik,” pungkas Riza.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah memastikan
              upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2022 mengalami kenaikan dibandingkan UMP
              2021. Namun, Andri tidak menyebutkan besaran kenaikan UMP tersebut.

              "Insyaallah naik. Besarannya kita lihat saja nanti pada tanggal 19 November," ujar Andri di Balai
              Kota DKI Jakarta, Selasa (16/11/2021).

              Andri minta masyarakat DKI Jakarta bersabar terkait kenaikan UMP 2021. Pihaknya juga masih
              membahas lebih dalam soal UMP 2022 sehingga memberikan keadilan untuk semua pihak.

              "Ini juga ada rapat dengan Pak Gubernur (Anies Baswedan) terkait masalah UMP. Jadi insyallah
              penetapan UMP akan kita laksanakan di tanggal 19 November," tandas Andri.

              Diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan DKI Jakarta merupakan provinsi dengan
              UMP tertinggi untuk tahun 2022 dengan perkiraan upah minimum sebesar Rp 4.453.724. Upah
              ini mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun 2021 lalu, yakni UMP DKI Jakarta mencapai
              Rp 4.416.186.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  sesuai  surat  edaran  (SE)  Mendagri
              561/6393/SJ perihal penetapan Upah Minimum (UM) Tahun 2022, maka para gubernur harus
              menetapkan UMP 2022 paling lambat tanggal 20 November 2021.

              Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com






                                                           634
   630   631   632   633   634   635   636   637   638   639   640