Page 654 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 654
KEMNAKER: KOMPETENSI ASN PERLU DIKEMBANGKAN BERKELANJUTAN UNTUK
DUKUNG KINERJA INSTITUSI
Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan aset utama organisasi yang berfungsi sebagai penggerak
dan penyelenggara tugas-tugas pemerintahan. Sebagai komponen kunci penggerak roda
pemerintahan, kapasitas dan kompetensi ASN perlu dikembangkan secara berkelanjutan untuk
mendukung kinerja institusi dan pencapaian target-target prioritas pembangunan. Namun,
peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN yang berkelanjutan tentu membutuhkan adanya
perencanaan yang strategis, serta komprehensif.
"Pengembangan kompetensi ASN pada hakikatnya bertujuan untuk memastikan dan memelihara
kemampuan pegawai sehingga memenuhi kualifikasi yang diprasyaratkan, dan dapat
memberikan sumbangsih kinerja optimal bagi organisasi," ujar Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi,
saat memberikan sambutan Rapat Koordinasi Evaluasi Penyelenggaraan dan Pengembangan
Diklat, yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM)
Ketenagakerjaan, Kemnaker di kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/11/2021).
Anwar Sanusi mengatakan, fenomena saat ini masih menunjukan adanya berbagai permasalahan
dalam upaya pengembangan kompetensi ASN. Permasalahan pertama, penyusunan kebijakan
pengembangan kepegawaian saat ini belum didasarkan kepada analisa kebutuhan pendidikan
dan pelatihan. Kedua, pengembangan kompetensi ASN belum mengacu kepada perencanaan
pembangunan baik tingkat nasional ataupun daerah.
Ketiga, pada tataran organisasional, tidak adanya benang merah antara perencanaan
pembangunan nasional atau daerah dan rencana strategis pengembangan kepegawaian yang
disusun. Keempat, pengembangan kompetensi hanya dianggap sebagai pendidikan dan
pelatihan yang dilakukan secara klasikal. Kelima, pengembangan kompetensi dilakukan secara
terpisah dengan kebijakan pola karir ASN.
"Menyikapi pertimbangan-pertimbangan di atas, Kemnaker melalui kegiatan PPSDM
Ketenagakerjaan ini mengharapkan sinergi dan harmoni bagi terselenggaranya pola
pengembangan kompetensi ASN khususnya di bidang ketenagakerjaan yang lebih baik,
tersistem, terprogram, dan tepat sasaran," kata Anwar Sanusi.
PPSDM Ketenagakerjaan, lanjut Anwar Sanusi, berkomitmen menyediakan program diklat yang
terstruktur, pertimbangan demand side dan kredibel. Terstruktur berarti ada penyesuaian
kurikulum dan metode era industri 4.0 dengan dukungan Learning Management System yang
memadai. Pertimbangan sisi demand berarti dimulai dari pondasi analisa kebutuhan, dan tidak
lagi hanya supply side.
"Terakhir kredibel, yang berarti lembaga dan program diklatnya telah terakreditasi oleh Lembaga
Administrasi Negara (LAN), sebagai instansi pembina pelatihan Aparatur Sipil Negara," ujar
Anwar Sanusi.
653

