Page 28 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 28
Dia mengatakan dari 2 juta tenaga kerja tersebut, 500.000 di antaranya akan
berbasis kartu. Sementara sisanya 1,5 juta berbasis digital. "Pemanfaatannya adalah
untuk triple skilling. Jadi untuk upskilling, reskilling, dan juga pelatihan itu sendiri,"
paparnya.
Airlangga mengatakan, nantinya pemerintah akan memanfaatkan lembaga pelatihan
yang dimiliki kementerian maupun swasta. Selain itu sebagaimana arahan presiden,
nantinya kartu ini tidak seperti bantuan pemerintah lainnya yang sifatnya satu arah
saja. "Berbeda dengan kartu lain yang sifatnya satu arah seperti bantuan
pemerintah. Kalau ini pesertanya banyak, kursusnya banyak," ujarnya.
Program ini juga akan berbasis kuota. Hal ini dilakukan agar pendaftar dari kota
besar maupun kota kecil memiliki kesempatan yang sama. Di mana nantinya titik
pelatihannya ada di seluruh Indonesia. "Pemerintah menyiapkan dana pelatihan
yang sifatnya terbuka. Jadi, ada pelatihan yang seminggu misalnya untuk barista
kopi mungkin ongkosnya jauh lebih murah daripada pelatihan coding yang butuh
waktu 3 sampai 6 bulan," ungkapnya.
Pihaknya juga tengah mempersiapkan beberapa peraturan presiden (perpres) untuk
pelaksanan program ini. Di antaranya perpres terkait project management office,
perpres pelaksanaan dan kriteria penerima manfaat.
"Termasuk kriteria siapa yang eligible. Sementara yang eligible adalah mereka yang
usia tertentu sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, di atas 18 (tahun) dan mereka
yang sedang tidak sekolah. Jadi diharapkan program ini bisa komplementer untuk
menciptakan lapangan pekerjaan," tandasnya.
(don)
Page 27 of 124.

