Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 79
Title BUPATI KEPULAUAN SERIBU CANANGKAN GERAKAN WAJIB BPJS KETENAGAKERJAAN
Media Name suara.com
Pub. Date 13 November 2019
https://www.suara.com/news/2019/11/13/162733/bupati-kepulauan-seribu-c anangkan-
Page/URL
gerakan-wajib-bpjs-ketenagakerjaan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad mencanangkan Gerakan Wajib BPJS
Ketenagakerjaan (BPJSTK), di halaman Kabupaten Kepulauan Seribu, Minggu
(10/11/2019).
Inti dalam deklarasi tersebut adalah mewajibkan seluruh pekerja formal dan
informal di Kepulauan Seribu terdaftar program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,
termasuk bagi karyawan non aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Kepulauan
Seribu.
Pihaknya juga menegaskan akan menyisir seluruh pulau di Kepulauan Seribu untuk
memastikan semua pekerja terdaftar program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
"Bismillahirohmanirrohim, dengan ini saya canangan gerakan Wajib Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan. Saya akan berada pada garda terdepan demi melindungi dan
menyejahterakan masyarakat Kepulauan Seribu," tegasnya.
Acara yang digelar besamaan dengan perayaan HUT Kabupaten Kepulauan Seribu
ke-18 tersebut juga dihadiri oleh Deputi Direktur BPJSTK DKI Jakarta, Cotta
Sembiring dan Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJSTK Jakarta Kelapa Gading,
Pepen S. Almas.
Husein juga mengapresiasi langkah BPJSTK dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat sekitar, dengan membuka unit layanan yang terintegrasi dengan PTSP
di Kantor Pemkab Kepulauan Seribu.
"Kami berharap, seluruh pekerja di Kepulauan Seribu dapat terlindungi oleh program
jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, karena dapat kita bayangkan jika seorang
pedagang yang sedang menjajakan makanan untuk wisatawan tiba-tiba mengalami
kecelakaan kerja, siapa yang akan melindungi mereka?" ujarnya.
Dengan terdaftar menjadi peserta BPJSTK, para pekerja bisa bekerja dengan aman
dan nyaman, karena jika mereka mengalami kecelakaan kerja, mereka akan
mendapatkan manfaat berupa pengobatan hingga sembuh tanpa batasan biasa.
Jika mereka meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, ahli warisnya akan
mendapatkan santunan berupa uang tunai dan bantuan beasiswa bagi satu orang
anak dengan total manfaat yang diterima sebesar Rp 36 juta.
Page 78 of 124.

