Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 84
"Melalui pengembangan work plan tersebut, diharapkan ASEAN siap menjawab
berbagai perkembangan baru di dunia ketenagakerjaan, sekaligus memanfaatkan
peluang-peluang yang ada untuk meningkatkan perlindungan K3 di Negara-negara
ASEAN," ujar Suhartono.
Adapun, poin-poin yang dibahas dalam Draft ASEAN OSHNET work plan periode
2021-2025, di antaranya adalah proyek-proyek yang merupakan kegiatan rutin
ASEAN OSHNET; proyek-proyek pada work plan 2016-2020 yang memerlukan tindak
lanjut pada work plan 2021-2025; proyek-proyek baru pada work plan 2021-2025;
dan eksplorasi kemungkinan kolaborasi dengan partner eksternal ASEAN OSHNET.
Plt. Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Iswandi Hari, menambahkan, ASEAN
OSHNET merupakan wadah bagi Negara-negara ASEAN untuk mewujudkan kerja
layak terutama pada bidang K3. Dalam melaksanakan kegiatannya selama ini,
ASEAN OSHNET mengacu kepada work planASEAN OSHNET 2016-2020 yang akan
segera berakhir. Menindaklanjuti hasil pertemuan the 20th ASEAN OSHNET
Coordinating Board Meeting pada tanggal 26-27 Maret 2019 di Yogyakarta,
Indonesia diminta untuk mengkoordinasi penyusunan work plan ASEAN OSHNET
2021-2025.
"Melalui workshop ini, kerja sama antara negara-negara anggota ASEAN dengan
mitra ASEAN yang selama ini telah berjalan dengan baik dapat ditingkatkan lagi
guna menjawab tantangan regional maupun global, sebagai upaya untuk
memberikan perlindungan yang maksimal bagi tenaga kerja termasuk dalam
menghadapi era future of work initiative," jelas Iswandi.
Dalam workshop ini, Indonesia mengusulkan penambahan 1 thematic area baru
yang terkait dengan future of work and green job. Selain itu, Indonesia juga
mengusulkan 3 project baru yang terkait dengan violence and harassment at work
place, future of work, dan green job.
"Melalui 3 project baru ini, Indonesia sebagai salah satu Negara di ASEAN yang
termasuk cukup advance dalam penerapan K3, akan berbagi pengalaman dengan
Negara anggota lainnya," paparnya.
Page 83 of 124.

