Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 85
Title SEPANJANG 2019, 1.374 KASUS KECELAKAAN KERJA TERJADI DI UNGARAN
Media Name kompas.com
Pub. Date 13 November 2019
https://regional.kompas.com/read/2019/11/13/17295191/sepanjang-2019-13 74-kasus-
Page/URL
kecelakaan-kerja-terjadi-di-ungaran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kasus kecelakaan kerja di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, Jawa Tengah
(Jateng) terhitung tinggi. Dalam sehari, tercatat tujuh kasus kecelakaan kerja yang
diklaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang
Ungaran.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Reza Sahria,
selama periode Januari-November 2019 terjadi 1.374 kasus kecelakaan kerja dengan
jumlah klaim Rp 5,1 miliar.
"Dari jumlah kasus kecelakaan kerja tersebut, ada lima karyawan yang meninggal
dunia," ujar Reza, Rabu (13/11/2019).
Reza menjelaskan, pihaknya hanya menanggung biaya saat pekerja berangkat ke
kantor, berada di tempat kerja, selama bekerja, dan saat pulang kerja melalui jalur
utama.
"Tapi yang terpenting adalah pekerja harus terdaftar dan menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan," kata dia.
Padahal, pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapat jaminan
berupa biaya perawatan tanpa batasan di rumah sakit pemerintah kelas I.
"Biaya yang ditanggung termasuk biaya transportasi dari lokasi kecelakaan kerja sampai
ke rumah sakit," paparnya.
Selain itu, jika peserta mengalami cacat maka mendapat santunan, uang kubur Rp 3
juta, beasiswa Rp 12 juta.
Dikatakan, jumlah kecelakaan kerja setiap tahun terus meningkat. Pada 2018 tercatat
ada 1700 kejadian dengan jumlah klaim Rp 4,1 miliar.
"Kami imbau agar perusahaan segera mendaftarkan pekerjanya agar ada jaminan jika
terjadi kecelakaan kerja. Tahun ini ada 3040 badan usaha yang terdaftar dengan jumlah
tenaga kerja aktif yang terdaftar 152 ribu peserta," ungkapnya.
Reza mengimbau perusahaan agar aktif mendaftarkan pekerjanya karena risiko kerja
selalu mengintai.
"Kami juga minta agar serikat pekerja aktif berkomunikasi soal hak dan kewajiban
peserta. Terutama untuk pekerja di industri garmen dan pengolahan kayu yang
termasuk berisiko tinggi," tegasnya.
Page 84 of 124.

