Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 30

Title          OMNIBUS LAW DAN SENTRALISASI KEKUASAAN
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      11 Maret 2020
               Page/URL       https://news.detik.com/kolom/4934093/omnibus-law-dan-sentralisasi-keku asaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Jakarta  -  Tidak mengejutkan jika menyebut RUU Omnibus Law Cipta Kerja
               merupakan upaya resentralisasi kekuasaan. Beberapa kewenangan daerah dipreteli
               demi alasan kemudahan investasi. Dua hal yang signifikan yakni peraturan presiden
               dapat membatalkan perda dan pengambilalihan izin investasi mineral dan batu bara.

                Dua kewenangan tersebut sangat strategis selain berkaitan dengan prinsip utama
               otonomi daerah, yakni keleluasaan daerah mengatur regulasi pengembangan
               potensi lokal ekonominya, juga bertalian langsung dengan ekonomi strategis
               (mineral dan batu bara misalnya) yang melibatkan para oligarkis bisnis beserta
               anasirnya.


                Omnibus law patut dikritik bukan hanya karena mendegradasi perimbangan
               kekuasaan antara pusat dan daerah, namun sangat berpotensi menciptakan  strong
               presiden.


                Istilah terakhir merujuk pada kewenangan presiden yang sangat luas dan
               cenderung tidak terbatas, dekat dengan absolutisme sehingga bertentangan dengan
               prinsip demokrasi. Kekuasaan politik yang terpusat akan membuat hampir semua
               pejabat pemerintahan, politik, dan bisnis berusaha mendekat ke Jokowi. Pada titik
               inilah kita perlu khawatir.

                Ada dua dugaan untuk menjelaskan sikap Jokowi. Pertama, Jokowi sangat perlu
               menggeser pendulum kekuasaan pada dirinya untuk memastikan peningkatan
               investasi di Indonesia berjalan lancar. Jokowi perlu memutus mata rantai birokrasi
               pemerintahan daerah yang rumit dan tidak kompetitif sehingga investasi enggan
               masuk. Jokowi harus segera bertindak cepat dan tegas menyikapi sejumlah 346
               perda (didominasi pajak dan retribusi) yang ditengarai menghambat investasi,
               seperti temuan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah.

                Birokrasi daerah memang selama ini menjadi faktor utama rumitnya perizinan.
               Investasi sulit masuk dalam iklim birokrasi yang korup dan tidak menentu. Seringkali
               pengusaha mengeluhkan maraknya praktik pungli dan lamanya izin usaha keluar.
               Praktik seperti ini jelas mengakibatkan ketidakpastian bagi pengusaha sebab biaya
               perizinan tidak dapat diprediksi (  overprice  ) dan waktu memulai usaha yang tidak
               jelas. Kajian Bank Dunia (2018) melihat, investasi di Indonesia bernilai minus karena
               berisiko, rumit, dan tidak kompetitif.




                                                       Page 29 of 175.
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35