Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 39
Koordinator aksi, Deni Andriyanto mengatakan, demo ini merupakan wujud
keresahan mahasiswa dan buruh yang sebelumnya sudah berdiskusi tentang
Omnibus Law.
"Draft RUU Cipta Kerja rusak. Draft yang dibuat Kadin dan akademisi tidak ada
keterlibatan buruh, tentang UU 13 sendiri, padahal itu sudah lumayan baik,
harusnya diperbaiki bukan buat yang hasilnya ancur," jelasnya.
Para buruh khawatir bila RUU ini disahkan maka akan membuat hilangnya pesangon
ketika kontrak pekerja tidak ada batasan. Selain itu outsourcing yang nantinya bisa
dibuka di segala bidang juga sangat mengkhawatirkan.
"Terkait pesangon hilang, outsourcing sudah ditentukan Permen 19 tahun 2012 itu
sopir, satpam, cleaning servis, dan lainnya. Dengan adanya itu, semua bidang dan
pekerjaan bisa di outsourcing. Kemudian kontrak tidak ada batasan, bisa seumur
hidup. Artinya ketika perusahaan ngomong kontrak habis maka tidak dapat
pesangon," jelasnya.
Hingga Rabu (11/3) siang, massa masih berorasi, sementara pihak kepolisian
berjaga di lokasi untuk mengamankan aksi. Deni berharap DPRD Jateng
menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat.
"Tanggal 23 Maret draft masuk ke badan legislatif. Ada instruksi kita akan mogok
nasional," katanya.
Page 38 of 175.

