Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 52

(  CNN  Indonesia/  Thohirin  )  Aksi yang diikuti ratusan unsur dari berbagai
               gerakan buruh digelar di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meminta bantuan
               kepada Gubernur DKI Jakarta agar dalam menolak Omnibus Law.


                "Kami meminta bantuan Gubernur kami, Gubernur Indonesia untuk membantu
               kami menolak Omnimbus Law ke pemerintah pusat," kata seorang orator dari atas
               mobil komando di Depan Balai Kota, Rabu (11/3).

                 Protes Serikat Buruh Dunia  Konfederasi Serikat Buruh Internasional-Asia Pasifik
               (ITUC-AP) mendesak Presiden Joko Widodo segera mencabut Omnibus Law
               Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja karena dinilai mengancam
               kesejahteraan buruh.

                Sekretaris Jenderal ITUC-AP Shoya Yoshida menilai perumusan Omnibus Law
               tersebut tidak transparan. Selain itu, pemerintah juga tidak melibatkan para serikat
               pekerja.

                "ITUC-AP mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mencabut RUU Omnibus
               yang diusulkan dan menyerukan konsultasi terbuka dan konstruktif dengan mitra
               sosial dalam menyusun RUU yang diusulkan tersebut," kata Shoya dalam jumpa
               pers di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (11/3).

                Demo buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta.

                (CNN Indonesia/Thohirin)  Shoya mengatakan pihaknya telah memantau
               perkembangan Omnibus Law Cipta Kerja sejak Jokowi mengumumkannya pada
               Oktober 2019. Menurutnya, ada enam masalah dari RUU tersebut yang menjadi
               sorotan ITUC-AP.

                Pertama, RUU Omnibus Law Cipta Kerja dinilai melemahkan upah minimum. Sebab
               RUU ini menghapus upah minimum tingkat kota/kabupaten dan menyerahkan
               penentuan kepada gubernur.

                Hal tersebut, kata Shoya, melanggar Konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO)
               Nomor 131 tentang Penetapan Upah Minimum yang mengatur mekanisme
               penetapan upah minimum melalui mekanisme tripartit.

                Kedua, ITUC-AP juga menyoroti penghapusan pesangon. Shoya menyebut aturan
               ini bakal mempermudah perusahaan memecat pekerja.

                "Ini akan mempermudah perekrutan dan pemecatan buruh/pekerja bagi
               pengusaha, dan pada saat yang sama merampas kesejahteraan yang signifikan dari
               buruh/pekerja," tutur Shoya.

                Selain itu, ITUC-AP juga mengkritisi penghapusan batasan perekrutan pegawai
               kontrak dan pegawai alih daya (outsourcing). Omnibus Law Cipta Kerja akan
               memberi jalan bagi perusahaan untuk mengontrak pekerja seumur hidup tanpa
               kejelasan status kepegawaian.





                                                       Page 51 of 175.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57