Page 14 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2019
P. 14

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Jabar,  Roy
               Jinto  Ferianto, mengatakan, aksi  buruh  ini awalnya akan digelar untuk menuntut
               Gubernur mencabut surat edaran  UMK  yang diterbitkan 21 November 2019.

                Namun kemudian Gubernur mencabut surat edaran ini dan menggantinya dengan
               keputusan gubernur.

                "Kami  serikat pekerja  , serikat  buruh  , tetap berunjuk rasa walaupun SK sudah
               diterbitkan. Kami mengapresiasi dikeluarkannya SK oleh Pak Gubernur, tapi ada
               persoalan dari SK tersebut, khususnya poin d diktum ketujuh, yang memberikan
               ruang kepada perusahaan-perusahaan, khususnya industri padat karya, untuk
               melakukan penangguhan bagi perusahaan yang tidak mampu di bawah tangan,
               yaitu dengan hanya pengesahan di Disnaker atau persetujuan melalui Disnaker,"
               kata Roy di sela aksi.

                Dalam ketentuan UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan jo Kepmen 231 Tahun
               2003, katanya, perusahaan yang tidak mampu melaksanakan upah minimum
               mengajukan penangguhan kepada Gubernur.

                Ini berarti, diterima atau tidaknya penangguhan  UMK  tersebut tergantung
               keputusan Gubernur, bukan disahkan Disnaker Jabar.

                Itu sebabnya, kata Roy, mereka meminta Ridwan Kamil merevisi diktum ketujuh
               poin huruf d pada surat keputusan tersebut karena hal tersebut dinilai akan
               memberikan ruang kepada perusahaan padat karya yang tidak mampu membayar
               sesuai UMK.

                   Roy mengatakan, para  buruh  juga mendesak kepada Gubernur untuk meminta
               pemerintah kabupaten dan kota membahas upah minimum sektoral kota kabupaten
               (UMSK).

                "Batas waktu paling lambat tanggal 6 Desember. Kalau hari ini tidak mendapat
               respons yang baik, tanggal 6 Desember kami akan turun ke jalan lagi," katanya.

                Keputusan  Gubernur Jawa Barat  Nomor: 561/Kep.983-Yanbangsos/2019 Tentang
               upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 yang
               sudah diterima pihak  buruh  ini menyatakan dalam diktum pertamanya bahwa
               gubernur mencabut dan menyatakan Surat Edaran  Gubernur Jawa Barat  Nomor
               561/75/Yanbangsos tanggal 21 November 2019 mengenai  UMK  di Jawa Barat tidak
               berlaku.


                Dalam surat keputusan itu, besaran  UMK  di setiap kabupaten dan kota masih
               sama angkanya dengan  UMK  dalam surat edaran yang diterbitkan sebelumnya.

                UMK  ini pun wajib mulai dibayarkan pada 1 Januari 2020.

                Surat itu menyatakan pengusaha yang telah membayar upah lebih tinggi dari
               ketentuan UMK dilarang mengurangi atau menurunkan upah pekerja, sesuai
               ketentuan peraturan perundang-undanngan.



                                                       Page 13 of 82.
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19