Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2019
P. 17
Menaker menjelaskan, dialog sosial yang dilakukan secara intens di lingkungan kerja
tak hanya membantu mewujudkan hubungan industrial yang harmonis. Lebih dari
itu, dialog sosial akan membantu dalam tercapainya kesepakatan PKB.
"Saya percaya perjanjian kerja bersama yang telah disepakati akan berdampak
positif terhadap kesejahteraan seluruh pekerja dan peningkatan produktivitas
perusahaan," kata Menaker menjelaskan.
Menaker juga mengingatkan, industri perbankan adalah salah satu industri yang
akan terdampak oleh revolusi industri 4.0. Untuk itu, industri perbankan harus
menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi era digitalisasi. Baik pada sisi
bisnis/usaha, maupun penyiapan SDM-nya.
"Keterampilan dan kompetensi SDM menjadi hal pokok yang perlu diperhatikan,
terutama tentang penguasaan teknologi terbaru," terang Menaker.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri, Sulaiman Arif Arianto,
menjelaskan bahwa Bank Mandiri tidak mengenal perbedaan antara pegawai dan
manajemen. Dengan jumlah pegawai mencapai 38911 orang, hubungan dan
komunikasi yang harmonis di PT Bank Mandiri selalu dipupuk guna mencapai
kebaikan bersama.
"Di mata manajemen, serikat pegawai itu strategic partner. Yang mengikat kita
adalah budaya kerja. Satu hati, satu mandiri. Tidak ada agenda masing-masing,"
terang Sulaiman Arif.
Direktur Kepatuhan dan SDM PT Bank Mandiri, Agus Dwi Handaya, menambahkan,
PKB periode 2019-2021 ini merupakan PKB ke-9 PT Bank Mandiri. Perundingan
pembuatan PKB selesai dilaksanakan dalam 2 kali perundingan.
Menurutnya, proses perundingan PKB berlangsung dengan penuh dinamika, dimana
masing-masing pihak memiliki aspirasi untuk dimasukkan dalam PKB 2019-2021.
Namun, pada akhirnya seluruh pihak menyepakati poin-poin PKB.
"Harmonisnya hubungan antara manajemen dengan teman-teman SPBM tidak lepas
dari komunikasi yang baik," ujar Agus.
Ketua Umum Serikat Pegawai Bank Mandiri (SPBM), Andi Irfan Muis, mengatakan,
kesepakatan PKB periode 2019-2020 PT Bank Mandiri tercapai karena komunikasi
dan koordinasi masing-masing pihak selalu dijaga dengan baik. Selain itu,
penyusunan PKB juga mendasarkan pada performa perusahaan. Sehingga ego
masing-masing pihak dapat dikesampingkan.
"Bukan zamannya lagi pengurus menyampaikan aspirasi secara tak elegan dan tidak
sesuai dengan budaya perusahaan," paparnya.
Page 16 of 82.

