Page 386 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 386

"Jangan ada lagi perusahaan yang membayar THR dicicil dan tidak lunas hingga akhir Desember
              tahun berjalan.
              Karena faktanya, banyak perusahaan yang belum melunasi THR tahun 2020," kata Said dalam
              siaran pers, Senin (12/4/2021).

              Dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/VI/2021 tentang Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Isi surat edaran Menaker memuat kemudahan bagi perusahaan yang masih terdampak Covid-
              19. Di mana nilai THR dan sistem pembayaran nya harus dirundingkan secara bipartit dengan
              serikat pekerja dan/atau perwakilan buruh jika di perusahan tidak ada serikat pekerja.

              Dalam  perundingan  itu,  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  wajib  membuktikan
              ketidakmampuannya kepada buruh, dengan berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan
              yang transparan selama dua tahun terakhir.

              Namun  demikian,  ketidakmampuan  perusahaan  tidak  boleh  menjadi  alasan  untuk  tidak
              membayar THR.

              Bagi  pengusaha  yang  tidak  mampu,  paling  lambat  H-1  sebelum  hari  raya  harus  sudah
              menyelesaikan pembayaran THR.

              KSPI  juga  mendesak  Menaker  untuk  meningkatkan  peran  posko  THR  -nya  dengan  pro  aktif
              melalui Dinas Tenaga Kerja di daerah memeriksa apakah pengusaha sudah membayar THR 2021
              atau belum.

              Sehingga surat edaran Menaker tersebut memiliki dampak low inforcement. Tidak hanya rule of
              the game saja. "THR akan meningkatkan daya beli dan akhirnya meningkatkan konsumsi.

              Bahkan diperkirakan akan terjadi ekonomi perburuhan dari uang THR yang berputar, yakni Rp
              230 triliun atau 10 persen dari APBN. Sungguh besar nilainya," kata Said Iqbal.




































                                                           385
   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391