Page 382 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 382

DPR MINTA PEMERINTAH AWASI DAN TINDAK PERUSAHAAN YANG OGAH BAYAR
              THR
              Wakil  Ketua  DPR  RI  Azis  Syamsuddin  meminta  Kementerian  Ketenagakerjaan  berperan  aktif
              mengawasi pembayaran THR atau tunjangan hari raya dari perusahaan kepada pekerja maksimal
              tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri tahu 2021.

              Azis  mengatakan,  Kemenaker  nantinya  bisa  membuat  call  center  sebagai  media  pengaduan
              sekaligus  informasi  sebagai  upaya  pengawasan  pembayaran  THR.  Selain  Kemenaker,  Azis
              meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait ikut memantau jalannya pembayaran THR.

              "Kemenaker dan Disnaker untuk aktif mengawasi pelaksanaan pembayaran THR dan membentuk
              call center pengaduan pembayaran THR sebagai sarana informasi dan pelaporan pelaksanaan
              pembayaran THR," kata Azis kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

              Azis  meminta  Kemenaker  dan  Disnasker  turut  memastikan  dan  membantu  penyelesaian
              pembayaran THR tahun 2020 yang masih tertunda. Mengingat, kata dia THR merupakan hak
              pekerja yang harus dilindungi oleh negara.

              Karena  itu  Kemenaker  dan  Disnaker  diminta  aktif  mencari  solusi  pembayaran  THR  dengan
              melakukan  dialog  dan  mediasi  antara  pekerja  dengan  perusahaan  yang  tidak  mampu
              memberikan THR.

              "Kemenaker dan Disnaker untuk sigap menindak tegas perusahaan yang melanggar kewajiban
              pembayaran  THR,  guna  meminimalisir  adanya  perusahaan  yang  mampu  membayar  namun
              memanfaatkan celah untuk tidak membayar THR kepada pekerjanya," ujarnya.

              Perusahaan Wajib Bayar THR Secara Penuh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
              mengumumkan  tunjangan  hari  raya  (THR)  keagamaan  Tahun  2021  wajib  dibayarkan  oleh
              pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan tiba.

              Bagi  pengusaha  yang  tidak  mampu  memenuhinya  juga  wajib  melakukan  dialog  secara
              kekeluargaan dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan.

              Hal tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Peraturan
              Menaker Nomor 6 Tahun 2016.

              "THR  keagamaan  adalah  merupakan  pendapatan  non  upah  yang  wajib  dibayarkan  oleh
              pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan tersebut
              tiba," kata Ida dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Senin (12/4/2021).

              Ida meminta kepada para kepala daerah untuk turut memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan  sesaui  dengan  ketentuan  perundang-undangan.  Selain  itu,  kepala  daerah  juga
              diminta untuk mewajiban para pengusaha melakukan komunikasi bersama pekerja atau buruh
              kalau merasa tidak mampu membayar THR.

              "Untuk  mencapai  kesepakatan  yang  dilaksanakan  secara  kekeluargaan  disertai  itikad  baik,"
              ujarnya.

              Kesepakatan  itu  harus  dibuat  secara  tertulis  dengan  syarat  yang  sudah  ditentukan.
              Keterlambatan pembayaran THR itu maksimal sebelum hari raya keagamaannya berlangsung.
              Ida menegaskan kalau kesepakatan itu dibuat bukan berarti kewajiban para perusahaan untuk
              membayar THR kepada pekerja atau buruh lantas hilang. Besaran THR yang diberikan juga harus
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

              "Selanjutnya  hasil  dari  kesepakatan  dilaporkan  kepada  dinas  ketenagakerjaan  setempat,"
              ucapnya.
                                                           381
   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387