Page 418 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 418

PEKERJA KFC PROTES UPAH DIPOTONG, KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN
              TURUN TANGAN
              Jakarta  -  Kementerian  Ketenagakerjaan  telah  menerima  audiensi  dengan  sejumlah  pekerja
              restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) pada Senin, 12 April 2021. Para pekerja ini
              melaporkan sejumlah kebijakan perusahaan yang merugikan mereka, salah satunya pemotongan
              upah sebesar 30 persen secara sepihak sejak April 2020.

              "Kami  segera  menindaklanjuti  apa  yang disampaikan  para  pekerja  tersebut," kata  Sekretaris
              Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi saat dihubungi di Jakarta, pada hari yang sama.

              Adapun para pekerja yang melancarkan protes ini tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh
              Indonesia  (SPBI)  SB  PT  Fast  Food  Indonesia  Tbk.  Fast  Food  tak  lain  adalah  pemegang  hak
              waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia.

              Dalam  keterangan  tersebut,  para  pekerja  menyebut  perusahaan  mengeluarkan  sejumlah
              kebijakan dengan alasan pandemi Covid-19 pada April 2020. Di antaranya seperti pemotongan
              upah dan hold upah, membayar THR tidak sesuai dengan ketentuan Perjanjian Kerja Bersama
              (PKB) KFC, serta menunda pembayaran upah lembur buruh.

              Tempo mengkonfirmasi berbagai protes yang disampaikan tersebut kepada Direktur Fast Food
              Indonesia  Justinus  Dalimin  Juwono.  Justinus  tidak  merinci  apakah  berbagai  kejadian  yang
              disampaikan oleh para pekerja ini benar terjadi di lapangan.

              Ia  hanya  mengatakan  bahwa  semuanya  telah  didiskusikan  dan  disepakati  bersama  dengan
              serikat  pekerja  mereka  yang  bernama  SPFFI.  "Apa-apa  yang  harus  kami  jalankan  untuk
              mencapai kesepakatan hal-hal tersebut, sejak Januari 2021," kata Justinus.

              Namun  begitu,  Justinus  enggan  merinci  hasil  kesepakatan  dengan  SPFFI.  "Intinya  sudah
              didiskusikan atau disepakati bersama dengan SPFFI, karena SPFFI adalah yang mewakili terbesar
              dari karyawan KFC," ujarnya.

              Antony  Matondang,  salah  satu  koordinator  SPBI  membenarkan  adanya  kesepakatan  pada
              Januari 2021 ini. Tapi hanya SPFFI saja yang sepakat dengan manajemen untuk pemotongan
              upah dan lain-lain, sementara SPBI tidak. Menurut dia, SPFFI dan SPBI adalah dua kelommpok
              yang berbeda di tubuh karyawan KFC.

              Tapi, kata Antony, manajemen kemudian memukul rata kebijakan pemotongan upah 30 persen
              itu untuk semua karyawan. Termasuk bagi para karyawan di SPBI yang tidak setuju.

              Bagi dia, kebijakan pukul rata pemotongan upah semacam ini bertentangan dengan Undang-
              Undang  (UU)  Nomor  2  Tahun  2004  tentang  Penyelesaian  Perselisihan  Hubungan  Industrial.
              Inilah yang diprotes Antony dan kawan-kawan, sampai melapor ke Kemenaker.
              Direktur Pengupahan Kemenaker, Dinar Titus Jogaswitan tidak merinci ketentuan hukum ihwal
              kebijakan  pemotongan  upah  secara  pukul  rata  ini.  "Pengusaha  mengajak  bersepakat  untuk
              pemotongan upah tentu ada alasan dan tentunya alasannya diterima oleh pekerja. Sehingga
              upah tersebut dapat dibayarkan sesuai kesepakatan," kata dia.

              Meski  demikian,  Dinar  memastikan  proses  penyelesaian  atas  masalah  ini  bakal  dilakukan.
              "Semoga  dicarikan  titik  temunya,"  kata  dia  menanggapi  masalah  yang  dipersoalkan  oleh
              sejumlah pekerja KFC tersebut.





                                                           417
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423