Page 490 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 490

Namun  demikian,  ada  beberapa  hal  yang  menurut  Said  perlu  diperhatikan.  Misalkan  saja
              pembentukan satuan tugas (satgas) yang dibentuk untuk mengawasi perusahaan yang tidak
              mengikuti arahan berdasarkan SE THR tersebut.

              Menurut  dia,  SE  THR  yang  diterbitkan  tidak  mengikat  seperti  aturan  yang  tertuang  dalam
              peraturan pemerintah (PP).

              "Kalau memang THR dibayar penuh dan tidak dicicil kami setuju. Paling tidak harapan buruh
              terpenuhi, tapi SE THR sifatnya tidak mengikat seperti PP. Dengan aturan yang tidak mengikat,
              maka satgas yang dibentuk dinilai kurang optimal," kata Said, Senin (12/4).

              Saat  ini,  Kemenaker  telah  membentuk  Satgas  Pelayanan  Konsultasi  dan  Penegakan  Hukum
              Pelaksanaan Pembayaran THR tahun 2021.

              Satgas ini juga ada di daerah-daerah agar pelaksanaan SE THR dapat berjalan dengan baik dan
              efektif serta tercapai kesepakatan yang dapat memuaskan para pihak.

              Menurut Said, satgas memang dibentuk setiap tahunnya. Hanya saja, implemantasi satgas di
              lapangan  masih  kurang  dalam  melakukan  pengawasan.  Demikian  juga  dengan  sanksi  yang
              dijalankan dalam Surat Edaran Menteri masih kurang tegas.

              "Di tahun lalu, aturannya disebutkan THR bisa dicicil sampai Desember 2020, nyatanya banyak
              perusahaan  yang  sampai  sekarang  tidak  membayar  dan  melunasi,  ini  karena  tidak  adanya
              pengawasan. Kalau satgas, memang tiap tahun dibentuk," kata dia.
              Said  menilai,  penting  bagi  satgas  untuk  mengacu  pada  PP  Nomor  78  Tahun  2015  saat
              memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak membayar THR 2021 sesuai ketentuan.

              "Kami meminta, ini harus diikat dalam peraturan pemerintah seperti PP Nomor 78 Tahun 2015,
              bukan  surat  edaran,  makanya  tidak  sebanding.  Satgas  harusnya  tidak  mengacu  pada  surat
              edaran, tapi pada PP-nya," ucapnya.

              Sebelumnya,  Menaker  Ida  Fauziah  menegaskan,  pengusaha  yang  terlambat  membayar  THR
              keagamaan kepada pekerja atau buruh dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR yang
              harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu keawajiban pengusaha untuk membayar.

              Perusahaan  juga  akan  diberikan  sanksi  administratif  jika  tidak  membayar  THR  keagamaan
              kepada pekerja atau buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat tujuh hari sebelum hari
              keagamaan akan dikenakan sanksi administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan Pasal 9 ayat 1 dan 2.

              "Sanksi administratif tersebut berupa, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian
              sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha," jelas Ida. (ksp)




















                                                           489
   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495