Page 485 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 485

BURUH KECEWA DENGAN SE THR DARI MENAKER

              Mirah Sumirat: Surat Edaran Ini Fatal, Ndablek!

              Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat mengaku kecewa dengan
              keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengeluarkan  Surat  Edaran  (SE)  nomor
              M/6/HK.04/ IV/2021 terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021.

              Menurutnya,  SE  tersebut  berpotensi  menjadi  tameng  bagi  pengusaha  untuk  mengindari
              kewajibannya membayarkan THR secara tepat waktu dan tanpa dicicil.
              "Poin  tuntutan  kami  adalah  jangan  ada  surat  edaran.  Karena  dengan  itu,  pengusaha  yang
              sebelumnya mampu bayar THR jadi punya peluang untuk berlindung dan tidak membayarkan
              THR-nya secara penuh," ujarnya, Senin (12/3).

              Terlebih,  tak  ada  pihak  yang  secara  khusus  mengawasi  pelaksanaan  pemberian  THR  oleh
              perusahaan di lapangan. Artinya, pengusaha bisa memutuskan secara sepihak THR untuk dicicil
              meski ada kewajiban memberikan laporan keuangan mereka selama 2 tahun.

              Karena itu lah, kata dia, sejak awal buruh dengan tegas meminta ketentuan THR mengacu pada
              Undang-undang Ketenagakerjaan tanpa perlu keluarnya surat edaran.

              "Kalau menurut saya surat edaran ini fatal lah, ndablek lah. Intinya, poinnya, jangan keluarkan
              surat  edaran  karena  sudah  ada  mekanisme  tersendiri  terkait  mekanisme  mampu  dan  tidak
              mampu di Undang-Undang," jelasnya.

              Mirah  juga  menyatakan  buruh  berencana  kembali  menggelar  aksi  di  kantor  Kementerian
              Ketenagakerjaan untuk menentang surat edaran itu.

              "Sesuai instruksi organisasi kita aksi sampai di depan Mahkamah Konstitusi hari ini (kemarin).
              Karena kalau kita mau bicara di kementerian kita secara administrasi belum memenuhi syarat
              pemberitahuan, tapi setelah ini kami akan rapat kembali untuk rencana geruduk Kementerian
              Ketenagakerjaan," tandasnya.

              Sebelumnya Menaker Ida Fauziyah mengumumkan pemerintah masih memberikan keringanan
              bagi perusahaan dalam membayar Tunjangan Hari Raya (THR) buruh pada Lebaran 2021.

              Namun, keringanan pembayaran hanya dibolehkan sampai dengan sebelum lebaran 2021 atau
              H-1.

              "Perusahaan yang tidak mampu bayar THR 2021 sesuai ketentuan maka dilakukan dialog untuk
              disepakati  pembayarannya.  Kalau  di  sini  memang  ada  jeda  panjang.  Tapi  setelah  pelajari
              masukan dari berbagai pihak maka penundaan hanya dibolehkan (sampai) sebelum pelaksanaan
              hari raya," katanya.

              Sementara itu bagi perusahaan yang mampu, Ida meminta untuk membayar THR tepat waktu
              sesuai dengan yang sudah diatur pemerintah.

              "Kami  mohon  kerja  sama  kepada  kepala  daerah  untuk  memastikan  perusahaan  bayar  THR
              kepada pekerja sesuai aturan perundangan," tegasnya, (cni)
              .







                                                           484
   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489   490