Page 484 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 484
Judul Buruh Kecewa dengan SE THR dari Menaker
Nama Media Koran Kaltara
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL Pg7
Jurnalis CNI
Tanggal 2021-04-13 09:39:00
Ukuran 288x369mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 21.600.000
News Value Rp 108.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek)) Poin tuntutan
kami adalah jangan ada surat edaran. Karena dengan itu, pengusaha yang sebelumnya mampu
bayar THR jadi punya peluang untuk berlindung dan tidak membayarkan THR-nya secara penuh
negative - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek)) Kalau menurut
saya surat edaran ini fatal lah, ndablek lah. Intinya, poinnya, jangan keluarkan surat edaran
karena sudah ada mekanisme tersendiri terkait mekanisme mampu dan tidak mampu di Undang-
Undang
neutral - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek)) Sesuai instruksi
organisasi kita aksi sampai di depan Mahkamah Konstitusi hari ini (kemarin). Karena kalau kita
mau bicara di kementerian kita secara administrasi belum memenuhi syarat pemberitahuan, tapi
setelah ini kami akan rapat kembali untuk rencana geruduk Kementerian Ketenagakerjaan
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Perusahaan yang tidak mampu bayar THR
2021 sesuai ketentuan maka dilakukan dialog untuk disepakati pembayarannya. Kalau di sini
memang ada jeda panjang. Tapi setelah pelajari masukan dari berbagai pihak maka penundaan
hanya dibolehkan (sampai) sebelum pelaksanaan hari raya
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kami mohon kerja sama kepada kepala daerah
untuk memastikan perusahaan bayar THR kepada pekerja sesuai aturan perundangan
Ringkasan
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat mengaku kecewa dengan
keputusan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor
M/6/HK.04/ IV/2021 terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021.
483

