Page 483 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 483

"Dari sisi hitung-hitungan tambahan potensi kalau THR dan karyawan swasta ini bisa kita berikan
              H-10 dan H-7 tadi, paling tidak kami hitung minimal ada tambahan potensi konsumsi Rp 215
              triliun," ujarnya dalam program Power Lunch, Selasa (13/4/2021).

              Susi  pun  menjelaskan  hitungan  yang  dilakukan  Kemenko  Perekonomian  terkait  tambahan
              potensi belanja ini.

              Tambahan dari PNS yakni dari jumlah PNS aktif sekitar 4,3 juta dikalikan THR masing-masing Rp
              5  juta  dan  gaji  ke-13  Rp  5  juta.  Maka  satu  orang  mendapatkan  Rp  10  juta,  artinya  terjadi
              tambahan Rp 43 triliun.

              Kemudian dari pekerja swasta yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan ada sekitar 20
              juta peserta. Jika mendapatkan THR sebesar Rp 5 juta/orang maka ada tambahan Rp 100 triliun.

              Selanjutnya pekerja yang bukan anggota BPJS Ketenagakerjaan atau pekerja informal sekitar 36
              juta orang. Jika minimal mendapatkan Rp 2 juta maka terjadi tambahan belanja Rp 72 triliun.

              "Jadi Rp 43 triliun ditambah Rp 100 triliun dan Rp 72 triliun, kurang lebih potensi tambahan
              konsumsi yang kita harapkan Rp 215 triliun," kata dia.

              Tambahan potensi belanja ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga
              akan membantu pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Sebab, konsumsi masih menjadi motor
              utama penggerak perekonomian Nasional.

              "THR ini kami dorong untuk masalah dukungan ke perekonomian kita. Kita berharap kuartal II
              ini  pertumbuhan  ekonomi  kita  bisa  membantu  pertumbuhan  ekonomi  di  kuartal  I  yang  kita
              perkirakan masih negatif," jelasnya.











































                                                           482
   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488