Page 481 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 481
UENNAK BENER JADI MENKO AIRLANGGA, BISNIS RITEL, HOTEL DAN RESTORAN
SUDAH MEGAP-MEGAP MASIH DISURUH BAYAR THR PENUH
Tentu saja, perintah sang menko yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu, direspons pengusaha
dengan senyum kecut. Apalagi pengusaha hotel dan restoran yang saat ini babak belur dihantam
pandemi COVID-19. Apalagi, pemerintah memberlakukan pemberian THR paling lambat H-1
Lebaran. Itu pun harus berdialog terlebih dahulu dengan pekerja.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J
Supit mengatakan, sektor usaha yang saat ini, cukup terpuruk dan tidak mampu, adalah sektor
pariwisata dan ritel. "Bagi yang tidak mampu besar juga jumlahnya. Menurut saya yang memang
berat sekarang bagian pariwisata. Kita lihat sekarang juga terjadi shifting ritel juga tersedot
dengan online," kata Anton, Senin (12/4/2021).
Ketua Komite Advokasi Dewan Pengupahan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo), Darwoto menambahkan sektor yang kemungkinan tidak bisa membayar THR tepat
waktu adalah perhotelan dan transportasi penumpang.
"Perhotelan dan pariwisata, sektor angkutan penumpang dengan larangan mudik pasti tidak
mampu bayar (THR) tepat waktu," tuturnya.
Selain itu, pengusaha tekstil sudah meminta agar THR dicicil. Alasannya, pengusaha tekstil dan
produk tekstil (TPT) masih tertekan pandemi COVID-19. Berdasarkan riset Apindo pada Januari
lalu, dari 600 pengusaha TPT sekitar 200 pengusaha tercatat sudah tidak bisa mempertahankan
bisnisnya.
Bukan cuma pengusaha tekstil, pengusaha restoran juga mengaku mengalami kesulitan
membayar THR. Bahkan, kemungkinan mereka tidak akan bisa membayar THR. "Nah, yang
bahaya kita nggak usah ngomong THR deh, sekarang saja kita sudah mikirin gimana bayarin
THR. Nggak mungkin bisa bayar THR kita. Jadi jangan mengharapkan lagi deh ada orang
ngomong harus wajib (bayar THR). Kalau mau bayarin sih nggak apa-apa," ujar Wakil Ketua
Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin, dikutip
dari detikcom, Jumat (9/4/2021).
Menurut Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang sektor pariwisata hingga
properti juga mengalami kesulitan membayar THR. Saat ini menurutnya, keuangan pengusaha
di sektor tersebut sangat tertekan. "Sektor pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran,
cafe, travel, transportasi, mall, hiburan malam, lalu sektor otomotif, properti, UMKM, dan
berbagai sektor jasa lainnya dipastikan tidak memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban
THR," kata Sarman.
480

