Page 476 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 476

Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan,  pemberianTHR  keagamaan
              merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Di mana,
              THR  ini  digunakan  untuk  memenuhi  kebutuhan  pekerja/  buruh  dan  keluarganya  dalam
              merayakan hari raya keagamaan. 'THR merupakan non upah yang wajib dibayar pengusaha
              kepada pekerja atau buruh" ujarnya dalam temu media, kemarin.

              Pembayaran THR ini, lanjut dia, harus dilakukan maksimal seminggu atau tujuh hari sebelum
              hari raya keagamaan tiba

              Meski  begitu,  ada  kelonggaran  yang  diberikan  pemerintah  bagi  perusahaan  tak  mampu
              membayar THR karena terdampak pandemi. Perusahaan-perusahaan tersebut diberikan waktu
              maksimal  sehari  sebelum  lebaran  tiba.  Namun,  dengan  catatan,  ada  kesepakatan  atau
              pembahasan  secara  bipartite  terlebih  dahulu  antara  pengusaha  dan  pekerja  Selain  itu,
              perusahaan juga diwajibkan untuk membuka laporan keuangan mereka secara transparan pada
              bekerja "Ini berdasarkan laporan keuangan internal dua tahun terakhir ungkapnya.

              Setelah  dicapai  kesepakatan,  perusahaan  wajib  menyerahkan  hasil  dialog  pada  dinas
              ketenagakerjaan  setempat,  Ida  juga  meminta  agar  gubernur  dan  bupati/wali  kota  untuk
              mengawasi.  "Kesepakatan  tersebut  harus  dipastikan  tidak  sampai  menghilangkan  kewajiban
              pengusaha membayar THR 2021 dengan besaran sesuai ketentuan," ungkapnya.

              Pembayaran THR keagamaan sendiri diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai
              masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR keagamaan juga diberikan kepada
              pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha  berdasarkan  perjanjian
              kerjawaktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yangmempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan sebesar 1 bulan upah. Sementara, bagi pekerja/ buruh yang
              mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan
              secara proporsional. Perhitungannya, masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Lalu,  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai
              masa  kerja  kurang  dari  12  bulan,  upah  1  bulan  dihitung  berdasarkan  rata-rata  upah  yang
              diterima tiap bulan.
              Nah bagi perusahaan yang telat membayar THR maka akan dikenakan denda 5 persen dari total
              THR yang harus di bayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pembayaran. Namun, denda
              ini tak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR kepada pekerjanya.
              Sementara, pengusaha yang tak membayar THR akan dikenakan sanksi administratif berupa
              teguran tertulis dan membatasi kegiatan usaha perusahaan tersebut

              Ida  juga  meminta  pemda  untuk  tegas  dalam  menegakkan  hukum  sesuai  kewenangannya
              terhadap pelanggaran pemberian THR ini. Termasuk, membentuk Pos Komando Pelaksanaan
              Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  (Posko  THR)  dengan  tetap  memperhatikan
              protokol kesehatan.

              Sementara itu, pengusaha masih menyampaikan nada keberatan terkait kebijakan pemerintah
              mengenai  THR  tahun  ini,  Wakil  Ketua  Umum  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Bidang
              Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J Supit menegaskan bahwa kebijakan tersebut
              memang tidak akan berpengaruh pada industri besar yang memiliki kemampuan finansial yang
              masih baik. "Bagi yang mampu tidak masalah. Tanpa SE pun mereka akan bayar, Persoalan kan
              ada yang tidak mampu. Sedangkan SE ini kesannya memaksakan harus bayar lunas," ujar Anton.



                                                           475
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481