Page 475 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 475
Judul Resmi, THR 2021 Tak Boleh Dicicil
Nama Media Padang Ekpress
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL Pg2
Jurnalis Jpg
Tanggal 2021-04-13 10:15:00
Ukuran 166x162mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 29.880.000
News Value Rp 89.640.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kesepakatan tersebut harus dipastikan tidak
sampai menghilangkan kewajiban pengusaha membayar THR 2021 dengan besaran sesuai
ketentuan
negative - Anton J Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Bagi yang mampu tidak masalah. Tanpa SE
pun mereka akan bayar, persoalan kan ada yang tidak mampu. Sedangkan SE ini kesannya
memaksakan harus bayar lunas
neutral - Anton J Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang
Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Artinya termasuk UKM. Tidak ada dispensasi (untuk
perusahaan kecil, red)
Ringkasan
Diberikan Maksimal 7 Hari Sebelum Lebaran Tahun ini, pekerja dan buruh bisa sedikit bernafas
lega dalam mempersiapkan kebutuhan di Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah menetapkan tunjangan
hari raya (THR) wajib dibayar penuh tanpa dicicil. Hal ini tertera dalam Suiat Edaran (SE) Nomor
M/6/ HK04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE tersebut ditujukan langsung pada para Gubernur di
seluruh Indonesia.
RESMI, THR 2021 TAK BOLEH DICICIL
Diberikan Maksimal 7 Hari Sebelum Lebaran
Tahun ini, pekerja dan buruh bisa sedikit bernafas lega dalam mempersiapkan kebutuhan di Hari
Raya Idul Fitri. Pemerintah menetapkan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayar penuh tanpa
dicicil. Hal ini tertera dalam Suiat Edaran (SE) Nomor M/6/ HK04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
tersebut ditujukan langsung pada para Gubernur di seluruh Indonesia.
474

