Page 470 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 470

survive saja dia sudah sulit, mau ngambil dari mana? Kita jangan berasumsi keadaan sudah
              normal sehingga mengeluarkan kebijakan yang normal


              Ringkasan

              Pengusaha  diwajibkan  memberikan  tunjangan  hari  raya  (THR)  kepada  karyawan  sebelum
              Lebaran dan tidak boleh dicicil. Pemberian paling lambat diberi kelonggaran hanya sampai H-1
              Lebaran,  itu  pun  harus  dilakukan  dialog  terlebih  dahulu  bersama  pekerja.  Meski  aturannya
              begitu, pengusaha mengaku tidak semua perusahaan akan mampu membayar THR secara penuh
              apalagi  jika  tidak  dicicil.  Wakil  Ketua  Umum  Kadin  Indonesia  bidang  Ketenagakerjaan  dan
              Hubungan Industrial, Anton J Supit mengatakan sektor yang tidak mampu itu ada di bidang
              pariwisata dan ritel.



              DAFTAR PEKERJAAN YANG THR-NYA TERANCAM TIDAK DIBAYAR KONTAN

              Jakarta, Batamnews - Pengusaha diwajibkan memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada
              karyawan sebelum Lebaran dan tidak boleh dicicil. Pemberian paling lambat diberi kelonggaran
              hanya sampai H-1 Lebaran, itu pun harus dilakukan dialog terlebih dahulu bersama pekerja.

              Meski aturannya begitu, pengusaha mengaku tidak semua perusahaan akan mampu membayar
              THR  secara  penuh  apalagi  jika  tidak  dicicil.  Wakil  Ketua  Umum  Kadin  Indonesia  bidang
              Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J Supit mengatakan sektor yang tidak mampu
              itu ada di bidang pariwisata dan ritel.

              "Bagi yang tidak mampu besar juga jumlahnya. Menurut saya yang memang berat sekarang
              bagian pariwisata. Kita lihat sekarang juga terjadi shifting ritel juga tersedot dengan online," kata
              Anton, Senin (12/4/2021).

              Ketua  Komite  Advokasi  Dewan  Pengupahan  Nasional  (DPN)  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia
              (Apindo), Darwoto menambahkan sektor yang kemungkinan tidak bisa membayar THR tepat
              waktu adalah perhotelan dan transportasi penumpang.

              "Perhotelan  dan  pariwisata,  sektor  angkutan  penumpang  dengan  larangan  mudik  pasti  tidak
              mampu bayar (THR) tepat waktu," tuturnya.

              Selain itu berdasarkan catatan, dikutip dari detikcom, pengusaha tekstil sudah meminta agar
              THR  dicicil.  Alasannya,  pengusaha  tekstil  dan  produk  tekstil  (TPT)  masih  tertekan  pandemi
              COVID-19.  Berdasarkan riset  Apindo  pada  Januari  lalu,  dari  600  pengusaha  TPT  sekitar  200
              pengusaha tercatat sudah tidak bisa mempertahankan bisnisnya.

              Bukan  cuma  pengusaha  tekstil,  pengusaha  restoran  juga  mengaku  mengalami  kesulitan
              membayar THR. Bahkan, kemungkinan mereka tidak akan bisa membayar THR.
              "Nah, yang bahaya kita nggak usah ngomong THR deh, sekarang saja kita sudah mikirin gimana
              bayarin THR. Nggak mungkin bisa bayar THR kita. Jadi jangan mengharapkan lagi deh ada orang
              ngomong harus wajib (bayar THR). Kalau mau bayarin sih nggak apa-apa," ujar Wakil Ketua
              Umum  Perhimpunan  Hotel  dan  Restoran  Indonesia  (PHRI)  Bidang  Restoran  Emil  Arifin  saat
              dihubungi detikcom, Jumat (9/4/2021).

              Sementara  itu,  menurut  Ketua  Umum  DPD  HIPPI  DKI  Jakarta  Sarman  Simanjorang  sektor
              properti juga mengalami kesulitan membayar THR. Saat ini menurutnya, keuangan pengusaha
              di sektor tersebut sangat tertekan.


                                                           469
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475