Page 465 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 465

MAAF PAK JOKOWI, BANYAK PENGUSAHA HOTEL-RESTORAN YANG MASIH TAK
              SANGGUP BERIKAN THR FULL TAHUN INI
              JAKARTA - Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Emil Arifin
              mengaku banyak pengusaha yang masih tak sanggup memberikan tunjangan hari raya (THR)
              secara penuh (full) tahun ini.

              Padahal, Presiden Joko Widodo telah meminta kepada para pelaku usaha membayarkan THR full
              karena pemerintah sudah memberikan berbagai insentif.

              "Sudah banyak pengusaha yang mengeluh kalau tahun ini mereka enggak bisa membatar THR
              full. Mereka sanggupnya dicicil lagi seperti tahun lalu," kata Emil kepada VOI, Senin, 12 April.

              Diketahui,  pada  tahun  ini  pemerintah  telah  menyiapkan  alokasi  anggaran  untuk  program
              pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp627,96 triliun.
              Anggaran ini digunakan untuk belanja pemerintah di bidang kesehatan, program perlindungan
              sosial,  serta  dukungan  terhadap  UMKM  dan  korporasi.  Lalu,  pemerintah  juga  kembali
              memberikan insentif perpajakan hingga Rp47,3 triliun. Namun, Emil merasa hal itu tak mampu
              menutupi kerugian operasional pengusaha restoran, kafe, mal hingga hotel sampai saat ini.

              Tahun 2020, rata-rata pengusaha hanya mendapat keuntungan 50 persen dari masa normal.
              Sampai akhirnya, pada akhir tahun 2020 pendapatan mereka naik 10 persen. Tapi, dari bulan
              Januari hingga April 2021, keuntungan mereka mandek di angka 60 persen.
              "Pemerintah  memang  memberi  insentif  pajak.  Tapi  yang  kita  perlukan  itu  cash  untuk  biaya
              operasionalnya. Ada sih dana hibah, tapi itu cuma sedikit dan kurang memadai," ungkap Emil.

              "Kami  maunya  pemerintah  mengcover  THR  50 persen.  Kalau  pemerintah  kukuh  mewajibkan
              kami membayar pembayaran 100 persen, ya suruh pemerintah yang bayar dong," lanjutnya.

              Sebelumnya,  Presiden  Jokowi  meminta  perusahaan  swasta  untuk  memberikan  THR  kepada
              pegawainya. Apalagi, sudah banyak fasilitas dan insentif yang diberikan oleh pemerintah untuk
              pihak swasta di tengah pandemi COVID-19.

              "Pemerintah  mendorong  swasta  memberikan  THR  bagi  karyawan,  mengingat  fasilitas  dan
              insentif kepada sejumlah sektor yang telah diberikan pemerintah," kata Presiden Jokowi seperti
              dikutip dari akun Twitternya @jokowi.

              Kementerian Ketenagakerjaan pun mewajibkan para pengusaha untuk membayarkan THR bagi
              para pekerja atau buruhnya secara penuh dan tepat waktu yakni tujuh hari sebelum hari raya
              keagamaan atau H-7. Aturan ini berlaku untuk semua sektor, tanpa terkecuali.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan THR keagamaan merupakan pendapatan
              non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.

              Pembayaran THR keagamaan ini sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan
              dan  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  nomor  6  tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

              "Ketentuan THR tahun 2021 sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri nomor 6 tahun 2016
              bahwa pembayaran THR harus diberikan H-7 sebelum hari raya itu sendiri tiba," ujar Ida.






                                                           464
   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470