Page 509 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 509

THR 2021 HARUS DIBAYAR PENUH

              Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 harus dibayar penuh dan tepat waktu kepada pekerja/buruh,
              yaitu paling lambat tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri.

              ““Penundaan pembayaran THR bagi perusahaan terdampak pandemic Covid-19 paling lambat
              sehari jelang hari raya,” ujar Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Senin (12/4).

              Ida menegaskan, masalah THR turut dibahas dalam LKS Tripartit Nasional yang terdiri dari unsur
              pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah.
              Keputusan  tentang  THR  ini  tercantum  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menaker  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  THR  Keagamaan  Tahun  2021  bagi
              Pekerja/Buruh  di  Perusahaan.  SE  ditandatangani  12  April  2021  dan  ditujukan  kepada  para
              gubernur di seluruh Indonesia.
              Kemenaker mendorong diadakannya dialog bipartit bagi perusahaan terdampak pandemi yang
              tidak mampu membayarkan THR 2021 sebagaimana peraturan yang telah ditetapkan. Dialog
              dilakukan untuk menyepakati pembayaran THR paling lambat sehari jelang hari raya keagamaan
              tiba.

              “Saya ingin menyampaikan bahwa SE ini berdasarkan masukan, termasuk masukan dari teman-
              teman  di  LKS  Tripartit.  Jadi  tugasnya  LKS  Tripartit  itu  memberikan  saran  dan  masukan  lalu
              Kemenaker mengolah masukan tersebut,” ujarnya. Menurutnya, pihaknya menampung masukan
              dari tripartite nasional.

              Kelonggarannya diberikan hanya sampai tibanya hari raya, itu pun didasarkan atas pembicaraan
              bipartite  antara  pengusaha  dan  pekerja  dengan  semangat  kekeluargaan  dan  menyampaikan
              kondisi laporan keuangan internal perusahaan.
              Kesepakatan dibuat secara tertulis dengan syarat THR paling lambat dibayar sebelum hari raya
              keagamaan tahun 2021 berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.
              Laporan keuangan yang menyatakan tidak mampu selama 2 tahun terakhir,” kata Ida.

              Kemenaker  juga  menyiapkan  skema  denda  dan  sanksi  bagi  perusahaan  yang  terlambat
              membayar  THR  2021.  Denda  sebesar  lima  persen  dari  total  THR  yang  harus  dibayar  sejak
              berakhirnya batas waktu kewajiban pembayaran.

              Sementara sanksi administrasi sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021
              tentang  Pengupahan.  Di  antaranya  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,
              penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

              Ida menegaskan pengenaan denda maupun sanksi tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
              untuk  tetap  membayar  THR  keagamaan  pada  pekerja/buruh.  Karena,  THR  merupakan
              pendapatan non upah yang wajib dibayar oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

              “Diperlukan komitmen bagi para pengusaha untuk membayar THR secara penuh dan tepat waktu
              kepada para pekerja dan buruh,” kata Ida.

              Menanggapi  SE  Menaker,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal
              meminta Menaker bersikap tegas dalam penegakan SE tersebut.
              "Isi surat edaran Menaker juga memuat kemudahan bagi perusahaan yang masih terdampak
              Covid-19.  Di  mana  nilai  THR  dan  sistem  pembayarannya  harus  dirundingkan  secara  bipartit
              dengan serikat pekerja dan/atau perwakilan buruh jika di perusahaan tidak ada serikat pekerja,"
              kata Said Iqbal, kemarin.


                                                           508
   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513   514