Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 115

Title          287 PERUSAHAAN BERIZIN KEMENPERIN LANGGAR PROTOKOL COVID-19 DI JAKARTA
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      14 Mei 2020
                              https://www.merdeka.com/jakarta/287-perusahaan-berizin-kemenperin-lang gar-protokol-
               Page/URL
                              covid-19-di-jakarta.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Merdeka.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta
               Andri Yansyah mengatakan ada 287 perusahaan yang mendapatkan Izin
               Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dari Kementerian Perindustrian
               melanggar protokol virus Corona atau Covid-19. Dia menyebut perusahaan tersebut
               langsung mendapatkan surat peringatan ataupun pembinaan. Sejumlah perusahaan
               tersebut tersebar di lima kota administrasi.

               "Ada 287 perusahaan dengan 53.697 tenaga kerja namun belum belum
               melaksanakan protokol kesehatan secara menyeluruh," kata Andri dalam
               keterangannya, Kamis (14/5).

               Dia menyebut 287 perusahaan itu tersebar di Jakarta Barat sebanyak 73
               perusahaan, Jakarta Utara sebanyak 94 perusahaan, Jakarta Timur sebanyak 99
               perusahaan, Jakarta Selatan ada 17 perusahaan, dan 4 di Jakarta Pusat. Sementara
               itu, Andri menyebut terdapat ratusan perusahaan masih belum melaksanakan
               protokol kesehatan secara menyeluruh sehingga diberikan peringatan.

               Sementara itu, pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi DKI
               Jakarta akan dikenakan sanksi. Hal ini sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan
               Gubernur (Pergub) Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap
               Pelanggaran PSBB.

               Pergub yang ditandatangani oleh Gubernur Anies Baswedan pada 30 April tersebut
               terdiri dari tiga bab dan 15 pasal. Di antara pasal-pasal tersebut, Anies mengatur
               sanksi perusahaan yang melanggar PSBB.

               Sanksi perusahaan yang melanggar PSBB diatur dalam Pasal 6 ayat 1. Adapun ayat
               tersebut berbunyi: "Setiap pimpinan tempat kerja pada tempat kerja/kantor yang
               tidak dikecualikan yang melanggar penghentian sementara aktivitas bekerja di
               tempat kerja selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi
               administratif." Sanksi administratif bagi perusahaan yang melanggar PSBB yakni
               berupa penyegelan untuk menghentikan operasional sementara, denda administrasi
               minimal Rp 5 juta, dan maksimal Rp 10 juta.

               [eko].



                                                      Page 114 of 231.
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120