Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 122

Title          INI ISI GUGATAN BURUH SOAL THR
               Media Name     okezone.com
               Pub. Date      14 Mei 2020
                              https://economy.okezone.com/read/2020/05/14/320/2213851/ini-isi-gugata n-buruh-
               Page/URL
                              soal-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Besok, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengajukan gugatan terhadap
               Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 yang mengatur
               tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun 2020.

               Dalam gugatan ini, ada lima poin yang disampaikan buruh. Berikut gugatan KSPI
               seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (14/5/2020).

               Pertama, meminta PTUN dan MA membatalkan Surat Edaran Menaker nomor
               M/6/HI.00.01/V/2020 dinyatakan tidak berlaku.

               Kedua, meminta PTUN dan MA menyatakan PP 78/2015 adalah sebagai dasar
               penetapan dan pembayaran THR bagi buruh di seluruh Indonesia.

               Ketiga, menolak pembayaran dilakukan dengan cara mencicil dan menunda.

               Keempat, meminta PTUN dan MA untuk memerintahkan Menaker memberikan
               sanksi administrasi dengan mencabut izin bagi perusahaan yang tidak membayar
               THR pada H-7 atau tidak membayar THR 100% bagi pekerja.

               Kelima, meminta pengusaha di seluruh Indonesia untuk membayar THR buruhnya.
               Baik yang masih bekerja maupun dirumahkan secara penuh paling lambat H-7.

               "Gugatan ini secara resmi akan kami ajukan ke PTUN Jakarta dan Mahkamah
               Agung. Karena bertentangan dengan PP No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan,
               yang mewajibkan pengusaha membayar THR selambat-lambatnya H-7 Lebaran. Bila
               terlambat membayar maka akan dikenai denda sebesar 5%," kata Said Iqbal

               "Mengacu pada kasus PT Yongjin dan PT Doosan di Sukabumi yang membayar THR
               dengan cara mencicil, justru mengakibatkan terjadinya hubungan industrial yang
               tidak harmonis. Buruh akhirnya melakukan aksi yang melibatkan ribuan orang," kata
               Said Iqbal.

               Menurut Said Iqbal, hal ini menunjukkan bahwa SE Menaker tentang THR
               dimanfaatkan oleh perusahaan untuk akal-akalan dengan cara mencicil atau
               menunda tanpa menjelaskan kepada pekerja. Bahkan tidak ada audit untuk
               menunjukkan rugi atau tidaknya.






                                                      Page 121 of 231.
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127