Page 167 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 167

Title          PEMERINTAH TERUS PERBAIKI PROGRAM KARTU PRAKERJA
               Media Name     investor.id
               Pub. Date      14 Mei 2020
               Page/URL       https://investor.id/business/pemerintah-terus-perbaiki-program-kartu-p rakerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian, Raden Pardede mengungkapkan,
               pemerintah terus mengevaluasi dan memperbaiki program Kartu Prakerja agar
               program tersebut benar-benar tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan bermanfaat
               bagi masyarakat, khususnya para pekerja yang terkena PHK dan terdampak Covid-
               19.

               "Tidak ada sistem yang sempurna, begitu pula program Kartu Prakerja. Tapi kita
               harus melihatnya secara holistik. Ini kan program yang sama sekali baru dan harus
               secepatnya diimplementasikan, sehingga pasti ada kelemahan dan kekurangannya.
               Tapi kami akan terus mengevaluasi dan memperbaikinya," ujar Raden Pardede
               dalam Zooming with Primus bertajuk Prahara Kartu Prakerja yang ditayangkan
               secara live di Beritasatu TV, Kamis (14/5).

               Selain Raden Pardede, diskusi yang dipandu Direktur Pemberitaan Beritasatu Media
               Holdings (BSMH), Primus Dorimulu itu juga mengetengahkan pembicara Wakil Ketua
               Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena, Direktur Utama OVO Karaniya
               Dharmasaputra, dan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

               Program Kartu Prakerja diperuntukkan bagi 5,6 juta peserta dengan total anggaran
               sekitar Rp 20 triliun. Penerima Kartu Prakerja menerima manfaat sebesar Rp 3,55
               juta per orang, dengan rincian Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, Rp 150 ribu untuk
               biaya survei, dan Rp 2,4 juta selama empat bulan (Rp 600 ribu per bulan) sebagai
               insentif yang diberikan usai peserta menuntaskan pelatihan. Pada pelaksanaan
               tahap I, yang telah mengikuti pelatihan mencapai 168.111 orang, sedangkan yang
               mendaftar sekitar 9 juta orang (hingga tahap III).

               Menurut Raden Pardede, pemerintah selama ini kesulitan mendata para pekerja
               yang terkena PHK dan yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Itu terjadi
               akibat ketidaksinkronan data ketenagakerjaan, baik yang dimiliki pemerintah,
               khususnya Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), maupun yang dimiliki Kadin
               Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

               "Tetapi kami sedang terus melakukan sinkronisasi agar datanya benar-benar valid.
               Kami terus melakukan improvement," tegas dia.

               Raden mencontohkan, di negara-negara maju, program serupa lebih mudah




                                                      Page 166 of 231.
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172