Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 MARET 2020
P. 84
"Teman-teman yang bekerja di sektor kreatif secara upah lebih besar dibandingkan
dengan sektor lainnya, namun mereka belum mendapatkan perlindungan dari
Undang-undang," kata Agata.
"Kami yang menjadi pelaku dunia kreatif, bekerja tidak seperti pekerja konvensional.
Menggarap pekerjaan yang butuh penyelesaian cepat di kafe, saat kongko minum
kopi. Kalau di kantor, malah tidak kelar. Bekerja paruh waktu lebih tepat dengan
pendekatan seperti itu, tapi maksimal, dan sebagai pengelola kami berani
membayar lebih besar dibandingkan pekerjaan konvensional," jelas Edy.
Terkait kerja paruh waktu, yang berperan besar menggerakkan perekonomian,
Agatha mengatakan jam kerja paling lama 8 jam.
"Ini memberikan ruang bagi pekerja kreatif untuk membuat kesepakatan jam
bekerja kurang dari 8 jam," ujarnya.
Perhitungan jaminan sosial jika bekerja kurang dari 8 jam dalam 5 hari kerja, lanjut
Agatha, merupakan persoalan yang ingin disesuaikan dan atur dalam Omnibus Law .
Lalu bagaimana dengan pasal-pasal dalam Undang-undang yang tidak diutak-atik
dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja ? Menurut Agatha, pasal-pasal tersebut
dengan sendirinya tetap berlaku. (*).
Page 83 of 89.

