Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 JULI 2019
P. 76

Tanamkan kebanggaan bahwa mereka pekerja terlatih, meski menata rumah,
               memasak, mencuci, atau merawat orang sakit, tua atau bayi. Tanamkan bahwa
               mereka pekerja terlatih dan mampu berbicara dalam bahasa setempat yang
               sederhana. Berikan seragam ketika berangkat di hari pertama bertemu majikan,
               agar majikan terkesan.

               Biasakan mengirim dengan jumlah kecil dahulu agar mereka benar-benar terlatih
               dan menjadi contoh bagi calon PMI lainnya. Lebih jauh lagi, pemerintah bisa
               menitipkan brosur kecil tentang daerah tujuan wisata di daerah asal PMI. Inilah
               Indonesia yang indah, majikan sila berkunjung ke Indonesia, kampung halaman PMI
               Bijak menyikapi Lalu, apakah semua yang terlatih, tersertifikasi, fit secara kesehatan
               dan terlindungi jaminan sosial, tidak akan bermasalah? Tidak ada satu sistem pun
               yang mampu menjamin mereka tidak akan bermasalah.

               Barang yang sudah dibentuk dan dirancang secara mekanis, presisi dengan
               menggunakan tenaga robot sekali pun masih banyak yang bermasalah. Berapa
               banyak barang yang di- reject atau afkir setelah dipasarkan.

               Permasalahannya, bagaimana pihak terkait, pemerintah, perusahaan penempatan,
               asosiasi dan lainnya menyikapi setiap masalah yang muncul. Bagaimana pemerintah
               dalam hal ini instansi terkait menjadi pengayom bagi semuanya. Tidak hanya
               mengatur tata kelola, tetapi juga tata niaga penempatan PMI.

               Sebab, jasa tenaga kerja adalah bisnis yang terkait erat dengan kualitas, kepuasan
               dan nilai (harga).

               User mampu membayar asal mendapatkan pekerja berkualitas, apa pun jenis
               pekerjaannya.

               Jika demikian, tidak salah jika program penempatan ini dikelola secara profesional,
               oleh mereka yang berpengalaman, tidak sekadar mengejar devisa untuk menutup
               defisit perdagangan tetapi melindungi dan protektif pada PMI.

               Dengan kondisi demikian, program jasa tenaga kerja layak menjadi ladang devisa
               dan PMI sangat layak jadi Pahlawan bagi keluarganya dan bagi negara melalui
               devisa yang mereka kirim setiap bulan.

               Erafzon Saptiyulda AS COPYRIGHT (c)2019 .


















                                                       Page 75 of 104.
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81