Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 MARET 2020
P. 124
"Untuk SK tersebut sedang disusun Kemnaker, pemerintah berencana akan
melakukan penghentian sementara sehubungan adanya pandemi virus corona atau
Covid-19 dan menyikapi kebijakan dari negara penempatan," jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Teguh menyampaikan data PMI yang bekerja di berbagai
negara penempatan yang kemungkinan terdampak dari kebijakan penghentian
sementara ini. Namun, kepentingan perlindungan kepada PMI harus didahulukan
dan diutamakan.
Untuk sisi pelindungan, BP2MI telah melakukan pengetatan penempatan PMI ke
negara-negara yang terdampak Covid-19.
Beberapa negara penempatan PMI seperti Malaysia, Korea Selatan, Siangapura, dan
Tawian sudah menerbitkan nota dan kebijakan untuk mengantisipasi pandemi virus
corona atau Covid-19.
"BP2MI terus concern terhadap isu Covid-19 ini, dan juga intens berkoordinasi
dengan negara-negara perwakilan untuk menyikapi langkah-langkah yang harus
diantisipasi dan dilakukan untuk memberikan pelindungan dan rasa aman, tenang
kepada PMI," jelasnya.
Sesuai data penempatan PMI yang tercatat dalam Sistem Komputerisasi Tenaga
Kerja Luar Negeri (Siskotkln) BP2MI, jumlah PMI yang bekerja di Malaysia dari 2018-
January 2020 sebanyak 21.486 PMI, Taiwan sebanyak 17.222 PMI, Hongkong
sebanyak 17.013 PMI , Singapura sejumah 4.681 PMI, dan Saudi Arabia sebanyak
1.738 PMI.
Para PMI tersebut bekerja pada sektor domestic worker, caregiver, platantion
worker, operator, worker, dan sektor lainnya.
Sedangkan jumlah penempatan PMI program Government to Government (G-to-G)
Jepang tahun 2018, per Maret 2020 sektor nurse dan care worker sebanyak 990
PMI. Untuk program penempatan G-to-G Korea Selatan sebanyak 13.617 PMI
bekerja pada sektor manufaktur dan perikanan.
Page 123 of 142.

