Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 MARET 2020
P. 43
Menurut Dani, tentunya manfaat yang akan diterima adalah bagi pekerja yang aktif
dalam membayar iuran dan terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Dikatakan,
dalam PP 82/2019 manfaat Program JKK di antaranya perawatan dan pengobatan
tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban
kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja (STMB), santunan
JKK untuk tenaga kerja yang meninggal dunia sebesar 48x upah, serta santunan
JKK untuk cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, dan bantuan beasiswa,
serta manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return
to work).
Selain itu dalam PP 82/2019, juga diatur mengenai santunan pengganti upah selama
tidak bekerja (STMB), yang nilainya ditingkatkan menjadi sebesar 100 persen untuk
12 bulan dari sebelumnya enam bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga
tenaga kerja dinyatakan
sembuh.
Biaya transportasi JKK untuk pengangkutan korban yang mengalami kecelakaan
kerja mengalami peningkatan diantaranya biaya transportasi angkutan darat
dinaikan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta, biaya transportasi angkutan laut
naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara
dinaikan menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.
Begitu pula manfaat bantuan beasiswa merupakan manfaat program JKK yang
mengalami kenaikan cukup signifikan. Sebelumnya manfaat Bantuan Beasiswa
untuk Program JKK diberikan sebesar Rp12 juta untuk satu orang anak diberikan
secara lumpsum, saat ini mengalami kenaikan menjadi maksimal sebesar Rp174 juta
untuk dua orang anak.
"Sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1350
persen," ungkapnya.
Pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran
nominal yang lebih tinggi. "Beasiswa akan diberikan kepada anak tenaga kerja yang
meninggal karena kecelakaan kerja, sejak dari taman kanak-kanak (TK) hingga anak
pekerja lulus kuliah," lanjutnya.
Tingkatan pemberian beasiswa kepada anak pekerja yang meninggal dunia karena
kecelakaan kerja adalah sebagai berikut; Pertama, pendidikan TK sampai dengan SD
atau sederajat sebesar Rp1,5 juta per tahun untuk setiap orang, dengan
menyelesaikan pendidikan maksimal delapan tahun. Kedua, pendidikan SLTP atau
sederajat sebesar Rp2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan
pendidikan maksimal tiga tahun. Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar
Rptiga juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal tiga tahun.
Keempat, pendidikan tinggi maksimal strata satu atau pelatihan sebesar Rp12 juta
per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal lima tahun. Untuk pengajuan
klaim beasiswa tersebut dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang
Page 42 of 142.

