Page 6 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 6
Namun, setelah penantian 17 tahun, Repi dan Yeti akhirnya bisa kembali berkomunikasi dan
melepas rindu. Yeti merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Cianjur, Jawa Barat dan mengadu
nasib dengan bekerja di Kuwait.
Ditemukannya Yeti ini tidak terlepas dari pemberitaan dari berbagai media yang akhirnya
menggugah sejumlah instansi baik dari pusat hingga kedutaan besar di Kuwait. Ketua Astakira
Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan di Cianjur, Senin, mengatakan setelah berusaha mencari, Yeti
akhirnya ditemukan dan kembali bisa berkomunikasi dengan keluarga.
"Berkat upaya bersama termasuk teman-teman jurnalis, instansi terkait di pusat, hingga
Kedutaan Besar Indonesia di Kuwait, berhasil menemukan keberadaan Yeti dalam kondisi sehat
dan sudah berkomunikasi dengan anaknya," kata Ali dilaporkan Antara.
Pihaknya ungkap dia, akan mengawal kepulangan Yeti hingga berkumpul kembali dengan
anaknya di Cianjur, termasuk mengawal haknya jika belum terpenuhi. "Kami berharap Yeti yang
berangkat tahun 2004 itu, dapat segera dipulangkan, " katanya.
Anak Pekerja Migran Indonesia Repi Nurhayati, mengatakan sempat tidak percaya mendapat
kabar dari orang yang mengaku dari kedutaan yang menyebutkan telah menemukan keberadaan
ibunya yang sejak usia 3 tahun sudah berangkat ke luar negeri. Bahkan dia sempat melihatkan
foto ayahnya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu.
"Ibu langsung menyebut nama ayah dan nama saya. Setelah 17 tahun, saya akhirnya dapat
melihat kembali wajah ibu. Rencananya lebaran tahun depan, ibu sudah berencana untuk
pulang. Ibu kehilangan kontak dengan keluarga karena tidak punya nomor telepon untuk
dihubungi," katanya.
Sementara Kepala Bidang Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky
Ardi Hikmat, mengatakan pihaknya akan segera memproses pemulangan TKI Yeti yang telah
hilang kontak selama belasan tahun, saat ini dalam kondisi sehat untuk segera pulang ke Cianjur.
"Kita akan bantu proses kepulangannya, berkat kerja sama semua pihak, akhirnya Yeti yang
berangkat secara resmi tahun 2004, akhirnya ditemukan. Secepatnya akan kita pulangkan, "
katanya.***.
5

