Page 28 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 28

Title          UPAH DIHITUNG PER JAM DAN KORBAN PHK DAPAT SANTUNAN
               Media Name     lokadata.id
               Pub. Date      30 Desember 2019
               Page/URL       https://lokadata.id/artikel/upah-dihitung-per-jam-dan-korban-phk-dapat -santunan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Pemerintah tengah mempertimbangkan dua kebijakan ketenagakerjaan yang
               ditargetkan akan berlaku tahun depan.

               Pertama, pemerintah tengah mengkaji rencana pengupahan baru berbasis
               produktivitas. Nantinya sistem pengupahan tidak lagi hitungan bulan, namun diubah
               menjadi per jam. Upah per jam ini berlaku bagi tenaga kerja yang memiliki jam
               kerja di bawah 40 jam per minggu.

               Kendati begitu belum ada rincian sektor apa saja yang akan menerapkan skema
               pengupahan tersebut.

               Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan pengupahan berdasarkan
               hitungan jam mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang
               Ketenagakerjaan, yang menyebutkan adanya fleksibilitas upah di bawah ketentuan
               waktu kerja di Indonesia.

               Meski upah dihitung per jam dan fleksibel, namun pembayarannya kepada pekerja
               akan tetap dilakukan per bulan

               Keuntungan skema ini, menurut dia, bisa membuat fleksibilitas bagi dunia usaha
               dan pekerja. Apalagi saat ini banyak sektor usaha yang membutuhkan tenaga kerja
               hanya beberapa jam saja.

               "Jam kerja kita kan 40 jam seminggu. Di bawah 35 jam per minggu, maka ada
               fleksibilitas nanti di bawah itu hitungannya per jam. (Upah bulanan) tetap ada, itu
               yang 40 jam per minggu," ujar Ida dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin
               (30/12/2019).

               Namun usulan skema pengupahan per jam tersebut diprotes oleh Konfederasi
               Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI, Said Iqbal, menilai skema ini akan
               memiskinkan buruh. Sebab perusahaan dapat lebih leluasa mengatur jam kerja
               buruh alhasil bisa menurunkan upah yang didapat oleh buruh. Menurut Said, lebih
               kurang 100 juta pekerja bakal terdampak langsung atas kebijakan itu.

               Skema pengupahan ini juga dinilai bakal menghilangkan upah minimum yang sudah
               ditetapkan selama ini sekaligus menihilkan jaminan sosial bagi pekerja.



                                                       Page 27 of 125.
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33