Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 31
Pemerintah dari tahun ke tahun terus berkomitmen dalam pendirian BLK, termasuk
pula dalam hal pengalokasian anggaran untuk membangun 2.000 BLK komunitas
pada 2020.
Ia menjelaskan program BLK komunitas merupakan terobosan presiden untuk
menghadapi bonus demografi pada 2030 hingga 2040 sekaligus mengurangi angka
pengangguran di Indonesia.
Sebab, ujar dia, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi yakni jumlah
penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif. Kondisi
tersebut harus dimanfaatkan dengan meningkatkan keterampilan dan daya saing
terutama penduduk usia produktif.
Selain itu, bonus demografi merupakan sumber dan penggerak Indonesia yang
dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi
pengangguran di Tanah Air yang saat ini berjumlah 7,05 juta orang atau setara 5,28
persen.
"Apabila kita gagal mengolah bonus demografi, maka hal ini bisa menjadi bencana
atau masalah bagi bangsa Indonesia," katanya.
Apalagi, kata dia, presiden dalam berbagai kesempatan menegaskan prioritas
pembangunan nasional lima tahun ke depan ialah pembangunan sumber daya
manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan
birokrasi serta aspek transportasi maupun ekonomi.
Secara umum, BLK komunitas adalah unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang
didirikan di lembaga pendidikan keagamaan yakni di pondok pesantren, seminari,
dhammasekha dan pasraman di seluruh wilayah Tanah Air.
Hal tersebut berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi atau keahlian
guna memberikan keterampilan kepada siswa dan komunitas masyarakat di
sekitarnya.
"Tentunya ini sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mendorong
berwirausaha," ujarnya.
Pewarta: Muhammad Zulfikar Editor: Zita Meirina COPYRIGHT (c)2019 .
Page 30 of 125.

