Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 34

Title          OMNIBUS LAW BAKAL HAPUS UPAH MINIMUM DAN PESANGON BURUH?
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      30 Desember 2019
                              https://www.liputan6.com/bisnis/read/4144605/omnibus-law-bakal-hapus-u pah-
               Page/URL
                              minimum-dan-pesangon-buruh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak rencana pemerintah
               mendorong investasi dan meningkatkan lapangan kerja melalui penyusunan
               Omnibus Law di sektor ketenagakerjaan.

               Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, Omanibus Law bukan cara yang tepat untuk
               meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Sebaliknya, omnibus law
               dikhawatirkan akan semakin menekan tingkat kesejahteraan para pekerja.

               Berdasarkan pernyataan Menteri Perekonomian dan Menteri Ketenagakerjaan, Said
               Iqbal mencatat, setidaknya ada lima hal mendasar yang disasar omnibus law.

               Pertama, Menghilangkan Upah Minimum

               Dampak terburuk yang secara langsung dirasakan buruh adalah hilangnya upah
               minimum. Hal ini, terlihat, dari keinginan pemerintah yang hendak menerapkan
               sistem upah per jam. Dengan kata lain, pekerja yang bekerja kurang dari 40 jam
               seminggu, maka upahnya otomatis akan di bawah upah minimum.

               Belum lagi ketika pekerja sakit, menjalankan ibadah sesuai kewajiban agamanya,
               cuti melahirkan; maka upahnya tidak lagi dibayar karena pada saat itu diaggap tidak
               bekerja.

               "Memang, ada pernyataan yang mengatakan jika pekerja yang bekerja 40 jam
               seminggu akan mendapat upah seperti biasa. Sedangkan yang di bawah itu
               menggunakan upah per jam," kata Iqbal.

               Namun demikian, menurutnya, hal ini hanya akal-akalan. Sebab dalam praktik, akan
               sangat mudah bagi pengusaha untuk menurunkan jam kerja, sehingga pekerja tidak
               lagi bekerja 40 jam.

               Di Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebutkan, tidak
               boleh ada pekerja yang mendapatkan upah di bawah upah minimum. Jika itu
               dilakukan, sama saja dengan kejahatan. Pengusaha yang membayar upah di bawah
               upah minimum bisa dipidana.




                                                       Page 33 of 125.
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39