Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 37

Title          INI KATA KSPI SOAL OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      30 Desember 2019
               Page/URL       https://nasional.kontan.co.id/news/ini-kata-kspi-soal-omnibus-law-cipt a-lapangan-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan,
               Omnibus Law bukan cara terbaik untuk meningkatkan investasi dan menciptakan
               lapangan kerja.

               "Sebaliknya, omnibus law merupakan cara terbaik untuk menghancurkan
               kesejahteraan para pekerja," kata Said, dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/12)

               Said mencatat, berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
               dan Menteri Ketenagakerjaan, setidaknya ada lima hal mendasar yang disasar
               omnibus law.

               Pertama, menghilangkan upah minimum. Hal ini terlihat, dari keinginan pemerintah
               yang hendak menerapkan sistem upah per jam. Dengan kata lain, pekerja yang
               bekerja kurang dari 40 jam seminggu, maka upahnya otomatis akan di bawah upah
               minimum.

               Belum lagi ketika pekerja sakit, menjalankan ibadah sesuai kewajiban agamanya,
               cuti melahirkan; maka upahnya tidak lagi dibayar karena pada saat itu dianggap
               tidak bekerja.

               "Memang, ada pernyataan yang mengatakan jika pekerja yang bekerja 40 jam
               seminggu akan mendapat upah seperti biasa. Sedangkan yang di bawah itu
               menggunakan upah per jam," ujar Said.

               Namun demikian, menurutnya, hal ini hanya akal-akalan. Sebab dalam praktik, akan
               sangat mudah bagi pengusaha untuk menurunkan jam kerja, sehingga pekerja tidak
               lagi bekerja 40 jam.

               Said mengatakan, penerapan yang berbeda seperti ini adalah bentuk diskriminasi
               terhadap upah minimum. Upah minimum adalah upah minimum yang berlaku bagi
               semua warga negara yang bekerja sebagai jaring pengaman.

               Ia menyebutkan, di Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
               disebutkan, tidak boleh ada pekerja yang mendapatkan upah di bawah upah




                                                       Page 36 of 125.
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42