Page 96 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 96

"PMI juga mendapatkan jaminan sosial, tugas dan tanggung jawab pemerintah
               pusat dan daerah sampai desa juga dilibatkan untuk melindungi PMI. Dalam UU
               tersebut juga dibentuk Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk memudahkan
               pelayanan kepada PMI," jelas Tatang.

               Menurut Tatang, selain memberikan pelayanan dan pelindungan kepada PMI,
               pembinaan dan pengawasan juga terus dilakukan untuk calon PMI, PMI dan
               keluarga PMI. Termasuk pemberian sanksi baik administratif atau pidana kepada
               individu, korporasi maupun pejabat/staf instansi pemerintah.

               Ia menambahkan, UU yang baru ini menekankan perubahan mendasar dan
               signifikan mengenai kebijakan dan peraturan yang berkaitan dengan penempatan
               dan pelindungan PMI. Serta meninjau kembali Momerandum of Understanding
               (MoU) dengan beberapa negara penerima. Ini juga akan menjadi cara yang baik
               untuk membuka lebih banyak peluang bagi PMI yang terampil dan profesional.

               Capaian Kinerja 2019

               Sepanjang tahun 2019, BNP2TKI telah banyak membuat capaian yang gemilang
               dalam program penempatan dan pelindungan PMI. Dari 5 program prioritas Nasional
               BNP2TKI Tahun 2019 yaitu pertama Pembekalan Akhir Pembangkatan (PAP) yang
               memiliki target 170.500 PMI, dan telah terealisasi sebanyak 188.535 PMI telah
               mengikuti PAP.

               Kedua, penanganan pemulangan PMI yang menghadapi masalah telah terealisasi
               sebanyak 8.072 PMI telah difasilitasi kepulangannya hingga ke daerah asal. Selama
               2019 telah diselesaikan kasus PMI sebanyak 3.380 (66,2%) kasus PMI dari total
               kasus 5.108, sedangkan sebanyak 1.728 (33,8 %) kasus PMI dalam proses
               penyelesaian. Adapun 10 negara penempatan dengan pengaduan terbanyak adalah
               Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Taiwan, Yordania, Hongkong, Singapura,
               Qatar dan Peru.
               Kasus tersebut berasal dari kasus pengaduan seperti overstay, gaji tidak dibayar,
               sakit, ingin dipulangkan, meninggal, pemutusan hubungan kerja, biaya penempatan
               melebihi struktur biaya, overcharging, perjanjian tidak sesuai Perjanjian Kerja, putus
               komunikasi dan penahanan dokumen.

               Ketiga, Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) telah berdiri di 8 lokasi yaitu Banyumas,
               Ponorogo, Wonosobo, Grobogan, Bandung, Malang, Sikka dan Bima. Keempat,
               program Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) telah berdiri di 49 lokasi di
               daerah atau kantong potensial PMI di Kabupaten/Kota. Kelima, sosialisasi peluang
               kerja luar negeri dan migrasi aman telah dilakukan di 110 lokasi.

               Menurut Tatang, sepanjang 2019 jumlah penempatan PMI yang tercatat melalui
               Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) sebanyak 267.666
               PMI. PMI tersebut bekerja berdasarkan 6 skema yaitu PMI Perseorangan/Mandiri,
               PMI Government to Government (G to G), PMI Re-entry, PMI Private to Private (P to
               P), PMI Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS) dan PMI Pelaut.



                                                       Page 95 of 125.
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101