Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 99

Sepanjang 2019, BNP2TKI banyak membuat capaian gemilang dalam program
               penempatan dan pelindungan PMI. Dari lima program prioritas Nasional BNP2TKI
               Tahun 2019 yaitu pertama Pembekalan Akhir Pembangkatan (PAP) yang memiliki
               target 170.500 PMI, dan telah terealisasi sebanyak 188.535 PMI telah mengikuti
               PAP.

               Kedua, penanganan pemulangan PMI yang menghadapi masalah telah terealisasi
               sebanyak 8.072 PMI telah difasilitasi kepulangannya hingga ke daerah asal. Selama
               2019 diselesaikan kasus PMI sebanyak 3.380 (66,2 persen) kasus PMI dari total
               kasus 5.108, sedangkan sebanyak 1.728 (33,8 persen) kasus PMI dalam proses
               penyelesaian.

               Adapun 10 negara penempatan dengan pengaduan terbanyak adalah Malaysia, Arab
               Saudi, Uni Emirat Arab, Taiwan, Yordania, Hongkong, Singapura, Qatar dan Peru.
               Kasus tersebut berasal dari kasus pengaduan seperti overstay, gaji tidak dibayar,
               sakit, ingin dipulangkan, meninggal, pemutusan hubungan kerja, biaya penempatan
               melebihi struktur biaya, overcharging, perjanjian tidak sesuai Perjanjian Kerja, putus
               komunikasi dan penahanan dokumen.

               Ketiga, Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) telah berdiri di delapan lokasi yaitu
               Banyumas, Ponorogo, Wonosobo, Grobogan, Bandung, Malang, Sikka dan Bima.
               Keempat, program Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) telah berdiri di 49
               lokasi di daerah atau kantong potensial PMI di Kabupaten/Kota.

               Kelima, sosialisasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman telah dilakukan di 110
               lokasi. Menurut Tatang, sepanjang 2019 jumlah penempatan PMI yang tercatat
               melalui Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) sebanyak
               267.666 PMI.

               PMI tersebut bekerja berdasarkan 6 skema yaitu PMI Perseorangan/Mandiri, PMI
               Government to Government (G to G), PMI Re-entry, PMI Private to Private (P to P),
               PMI Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS) dan PMI Pelaut.

               "Jumlah PMI sektor manufaktur dan perikanan yang bekerja melalui skema G to G
               selama 2019 sebanyak 6.170 PMI dan untuk jumlah penempatan PMI nurse dan
               careworker melalui skema G to G Jepang sebanyak 338 orang," jelasnya.

               Tatang melanjutkan, untuk 10 besar profesi PMI yang tercatat selama 2019 adalah
               penata laksana rumah tangga (PLRT), pengasuh, operator, pekerja perkebunan,
               teknisi hidrolik, operator alat berat, fisherman, pekerja kontruksi, engineering
               procurement dan cleaning servise.

               Saat ini, BNP2TKI juga tengah mengembangkan skema baru penempatan PMI ke
               luar negeri yaitu program penempatan langsung (Direct Hiring) sektor formal
               Taiwan Skema Special Plcement Program To Taiwan (SP2T). Hingga 23 Desember
               2019 sebanyak 11 PMI telah ditempatkan melalui program tersebut.



                                                       Page 98 of 125.
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104