Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 61
Title KINERJA INVESTASI BPJAMSOSTEK 2019 DAN TEMUAN KPK
Media Name antaranews.com
Pub. Date 02 Februari 2020
https://www.antaranews.com/berita/1275609/kinerja-investasi-bpjamsoste k-2019-dan-
Page/URL
temuan-kpk
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Maraknya informasi mengenai kondisi investasi industri asuransi yang
berkembang, termasuk tentang BPJAMSOSTEK atau Badan Pengelola Jamsostek di
ruang publik membuat Agus Susanto, Direktur Utama BP Jamsostek dalam kondisi
aman di tengah maraknya pemberitaan tentang terpuruknya investasi beberapa
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak di bidang jasa asuransi.
"Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BP Jamsostek dalam kondisi aman, tidak
ada kerugian. Investasi dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian
yang baik," katanya. Dia menambahkan di tengah dinamika investasi global dan
Indonesia, kinerja investasi BP Jamsostek masih on the track.
Agus mengatakan dana kelolaan BP Jamsostek telah mencapai Rp431,7 triliun pada
akhir Desember 2019 dan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun.
Bahkan pada capaian YOI tahun 2019 tersebut mencapai sebesar 7,3 persen, lebih
tinggi dari kinerja IHSG yang hanya 1,7 persen.
BP Jamsostek juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT)
kepada pesertanya mencapai 6,08 persen p.a.
"Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku, seperti PP No.99 tahun
2013 dan PP No.55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi
yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK
No.1 Tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga
Negara sebesar minimal 50 persen," kata Agus.
Untuk mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus telah mengalihkan mayoritas
portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71 persen dari total
portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.
Saham blue chip Dia juga menjelaskan kepemilikan saham BP Jamsostek mayoritas
merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen.
Namun, diakui ada juga saham yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti
antara lain saham PGAS dan ANTM.
Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen dari total portofolio
saham BP Jamsostek.
Page 60 of 186.

