Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 69
Title KOMISI IX MINTA PIMPINAN BURUH BENTUK TIM KECIL BAHAS RUU OMNIBUS LAW CIPTA
LAPANGAN KERJA
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 01 Februari 2020
Page/URL https://www.tribunnews.com/nasional/2020/02/01/komisi-ix-minta-pimpina n-buruh-
bentuk-tim-kecil-bahas-ruu-omnibus-law-cipta-lapangan-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena meminta
agar para pimpinan buruh yang tersebar dalam berbagai serikat, membentuk tim-
tim kecil terkait pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
"Ketika draf ini masuk, pembahasan bergerak, ya kita sama-sama bahas juga soal
ini. Jadi betul-betul ini dikawal dari awal semenjak draft ini masuk, kita buat tim
kecilnya," kata Melki Lana Lena di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020).
Hal tersebut, dikatakan Melki, guna menggeser ruang yang awalnya buruh bersuara
di lapangan, kini beralih ke dalam meja perundingan, bersama dengan legislator.
"Kalaupun mau demo di lapangan juga kami tidak melarang. Itu adalah hak
kebebasan menyampaikan pendapat dan berserikat. Tapi alangkah baiknya, dari
pada kita semua turun ke lapangan, lebih baik perdebatan itu kita geser ke dalam
ruang perundingan," lanjutnya.
Dirinya pun mengingat bagaimana saat pembahasan UU 13 tahun 2003, antara
buruh, pengusaha, dan DPR bisa duduk bersama, sehingga bisa melahirkan UU
tersebut.
"Yang mau saya sampaikan adalah, ada suasana yang dibangun dan terbangun
waktu itu. Orang bisa duduk bersama baik-baik antara pengusaha dan buruh .
Tidak usah ribut-ribut sampai ke lapangan," ujarnya.
Pihaknya, dikatakan Melki, pasti akan memfasilitasi bagaimana buruh bisa
membahas RUU Omnibus Law ini dengan maksimal, sebab menurutnya produk inj
juga dieperuntukkan bagi bangsa dan negara.
"Yang pastikan buruh maunya dia sejahtera. Pengusaha juga maunya buruh
sejahtera, perusahaan jalan, dia untung. Buat negara ini ada banyak pendapatan
dari hasil kerja ekonomi yang masuk ke negara untuk bantu rakyat miskin. Kan ini
Page 68 of 186.

