Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 71
Title DPR: KALAU PEMBAHASAN RUU CILAKA TAK TERBUKA, KAMI DIGERUDUK BURUH
Media Name tirto.id
Pub. Date 01 Februari 2020
https://tirto.id/dpr-kalau-pembahasan-ruu-cilaka-tak-terbuka-kami-dige ruduk-buruh-
Page/URL
ewgN
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
DPR berjanji akan seterbuka mungkin membahas RUU Cilaka bersama buruh.
Setelah digodok sekian lama oleh pemerintah, RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka)
nampaknya akan segera dibahas di Senayan. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki
Laka Lena mengatakan surat presiden untuk peraturan itu akan masuk ke DPR
Senin (3/2/2020) besok.
Berbeda dengan pemerintah , Melki mengklaim akan seterbuka mungkin
membahas peraturan ini bersama buruh. "Pasti [pembahasannya] terbuka, ibu
bapak sekalian," katanya di daerah Menteng, Jakarta, Sabtu (1/2/2020).
Ia lantas mengatakan kalau pembahasan dibuat tertutup, "pasti demo buruh,
[buruh] mengepung kami." Serikat-serikat buruh telah berkali-kali berdemonstrasi
menyatakan penolakan terhadap peraturan ini karena menganggap hak-hak mereka
selama ini akan dihapus.
Mereka juga pernah unjuk rasa di DPR pada 20 Januari lalu. Saat audiensi, anggota
legislatif berjanji akan membentuk tim kecil bersama serikat buruh.
Melki lantas mengatakan segala jalur dialog akan dibuka, termasuk di baleg, komisi
dan gabungan komisi, atau pansus. "Yakinlah bahwa akan terbuka," Melki sekali lagi
menegaskan.
Tapi janji ini tak dianggap serius Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional
Ristadi.
"Saya yakin tetap terbuka, cuma tidak bisa jamin itu adalah soal finalisasinya," kata
Ristadi dalam kesempatan yang sama.
Ristadi mengatakan ini karena berdasarkan pengalamannya, buruh memang kerap
diajak dialog, tapi keputusan akhir toh berbeda dengan yang disepakati bersama.
"Oh ya [dalam dialog, misalnya] pasal 90 upah minimum tetap berlaku.
Clear . Tetapi misal disahkannya besok, malamnya kami enggak tahu ada deal-
deal lain. Besoknya ketok palu pasalnya diubah. Bisa saja," kata Ristadi..
(tirto.id - Hukum ) Reporter: Andrian Pratama Taher Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Rio Apinino
Page 70 of 186.

