Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 76

Pengelolaan Dana  Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang tahun 2019, BPJamsostek
               berhasil membukukan penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun. Iuran tersebut
               ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan
               mencapai Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019.


                BPJamsostek juga mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun, dengan Yield
               on Investment (YOI) yang didapat sebesar 7,34% atau lebih tinggi dari kinerja IHSG
               yang mencapai 1,7%.

                Agus mengutarakan investasi BP Jamsostek dilaksanakan berdasarkan PP No. 99
               tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen
               investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya.

                Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan
               pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50%.

                "Untuk alokasi dana investasi, BP Jamsostek menempatkan sebesar 60% pada
               surat utang, 19% saham, 11% deposito, 9% reksadana, dan investasi langsung
               sebesar 1%", tuturnya.

                Agus mengemukakan kondisi pasar investasi global dan regional tentunya memiliki
               pengaruh pada hasil investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun
               2019, terutama asuransi.

                "Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income
               hingga mencapai 71% dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung
               dengan fluktuasi IHSG," ujar Agus.

                Agus juga memastikan dana pekerja terjamin kemanannya dan dikelola dengan
               baik, karena BP Jamsostek hanya menempatkan dana investasi sesuai regulasi dan
               menekankan pada kehati-hatian untuk mendapatkan return yang optimal.

                Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori
               Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98%. Namun ada juga saham yang
               pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM.
               Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2% besarannya dari total portofolio
               saham BPJamsostek.


                "Untuk saham, BPJamsostek hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan
               saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang
               baik dan memberikan deviden secara periodik," tegas Agus.


                Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana di atas, sebagai Badan
               Hukum Publik yang bersifat nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan
               kepada peserta, sehingga BPJamsostek dapat memberikan hasil pengembangan
               Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08% p.a.

                Pewarta: Nur Suhra Wardyah  Editor: Rolex Malaha  COPYRIGHT (c)2020  .





                                                       Page 75 of 186.
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81