Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 78
Agus juga memastikan dana pekerja terjamin keamanannya dan dikelola dengan
baik dan hati-hati. Salah satu contoh adalah investasi saham, yang merupakan
saham kategori Blue Chip atau LQ45 hingga 98 persen.
Pada 2020, BP Jamsostek menargetkan 23,2 juta peserta baru. Selain itu, lembaga
tersebut mengincar penerimaan iuran mencapai Rp87,1 triliun dengan dana kelolaan
pada akhir 2020 diproyeksikan mencapai Rp543,6 triliun.
"Kami berharap, di tahun 2020 ini, kondisi pasar global semakin membaik, agar
memberikan pengaruh positif pula terhadap ekonomi di Indonesia, dan juga pasar
tenaga kerja yang positif agar kondisi sosial ekonomi masyarakat juga meningkat,"
katanya.
Sementara itu, BP Jamsostek menyatakan pembayaran klaim pada tahun lalu naik
21,2 persen atau mencapai Rp29,2 triliun.
Rinciannya adalah Jaminan Hari Tua (JHT) Rp26,6 triliun untuk 2,2 juta kasus;
Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 31,3 ribu kasus senilai Rp858,4 miliar; dan
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 182,8 ribu kasus dengan nilai Rp1,56
triliun.
Selain itu ada pula Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 39,7 ribu kasus dengan nominal
sebesar Rp118,33 miliar.
"Sepanjang 2019, program JKK juga melaksanakan manfaat RTW kepada 901
orang peserta di mana sebanyak 748 orang sudah kembali bekerja", ujar Agus.
Manfaat Return to Work (RTW) dari program JKK memastikan pekerja yang
mengalami cacat sebagian tetap untuk mendapatkan kesempatan untuk bekerja
lagi, baik dengan keterampilan baru, ataupun posisi yang baru dimana disabilitas
yang diderita tidak mengganggu produktivitas kerja sehari-hari.
Untuk memastikan layanan terbaik bagi peserta, sampai dengan akhir Desember
2019 BP Jamsostek telah bekerjasama dengan 7.254 Pusat Layanan Kecelakaan
Kerja (PLKK) dan Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) yang tersebar di seluruh
Indonesia.
(asa).
Page 77 of 186.

