Page 621 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 621
Dalam kunjungan kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah di Banten, Kamis
(16/9), Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto mengungkapkan
perseroan telah menyiapkan strategi agar penyaluran BSU dapat dilakukan secara cepat, tepat
dan akurat dengan tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data penerima bantuan.
“Berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), BRI melakukan
pembukaan rekening dan melakukan mapping atas dasar lokasi perusahaan para penerima BSU
untuk menentukan unit kerja operasional BRI yang terdekat. Untuk pekerja yang telah memiliki
rekening BRI yang aktif, dilakukan transfer langsung kepada rekening aktif pekerja tersebut,”
ujarnya. Hingga pertengahan September 2021, BRI telah menyalurkan BSU senilai Rp 1,3 triliun
kepada lebih dari 1,3 juta penerima.
BSU bagi Pekerja adalah bantuan subsidi upah yang diberikan kepada pekerja yang memiliki
upah tertentu, aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, bekerja pada wilayah yang
diperlakukan PPKM level 3 dan 4, serta diutamakan yang bekerja pada sektor industri barang
konsumsi, transportasi, aneka industri, property real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa
Pendidikan dan Kesehatan. Adapun nilai BSU yang diberikan untuk setiap pekerja sebesar Rp 1
juta per pekerja.
Para pekerja penerima subsidi gaji dapat langsung mencairkan bantuan tersebut melalui ATM
atau mendatangi kantor BRI terdekat untuk pengaktifan rekening BRI apabila sebelumnya belum
memiliki rekening BRI. Sampai dengan akhir tahun 2021, Pemerintah menargetkan total
penerima bantuan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebanyak 8,7 juta pekerja/buruh
dengan total nilai Rp 8,7 Triliun yang disalurkan melalui bank-bank HIMBARA.
“Sejalan dengan strategi perseroan business follow stimulus, BRI terus berkomitmen menjadi
mitra strategis Pemerintah menanggulangi dampak pandemi COVID-19 pada masyarakat melalui
berbagai penyaluran bantuan sosial,” pungkas Agus.
620

