Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 135
Title PENGANGGURAN AKIBAT COVID-19 BISA MELEBIHI HITUNGAN PEMERINTAH
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 15 April 2020
https://nasional.kontan.co.id/news/pengangguran-akibat-covid-19-bisa-m elebihi-
Page/URL
hitungan-pemerintah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pandemi Covid-19 yang saat ini terus mengalami eskalasi di Indonesia tidak hanya
berpotensi mengakibatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan
jumlah pengangguran dalam skala besar.
Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan peningkatan
jumlah pengangguran terbuka pada kuartal kedua tahun ini dalam tiga skenario.
Pertama, potensi tambahan jumlah pengangguran terbuka secara nasional
mencapai 4,25 juta orang dengan skenario ringan. Kedua, tambahan sebanyak 6,68
juta orang dengan skenario sedang. Ketiga, tambahan hingga 9,35 juta orang
dengan skenario berat.
Adapun hitungan pemerintah, jumlah pengangguran sepanjang tahun ini akan
bertambah 2,9 juta orang dalam skenario berat. Dan akan bertambah hingga 5,2
juta orang dalam skenario sangat berat.
"Penambahan jumlah pengangguran terbuka terjadi terutama di pulau Jawa, yaitu
mencapai 3,4 juta orang dengan skenario ringan, 5,06 juta orang dengan skenario
sedang dan 6,94 juta orang dengan skenario berat," terang Core dalam keterangan
resmi yang diterima KONTAN, Rabu (15/4).
Sehingga, tingkat pengangguran terbuka secara nasional pada kuartal II-2020
diperkirakan mencapai 8,2% dengan skenario ringan, 9,79% dengan skenario
sedang dan 11,47% dengan skenario berat.
Sementara itu, pada Agustus 2019, jumlah pengangguran terbuka tercatat 7,05 juta
orang atau 5,28% dari total angkatan kerja. Ini belum termasuk yang setengah
menganggur yang jumlahnya 8,14 juta, dan pekerja paruh waktu 28,41 juta orang.
Penambahan jumlah pengangguran terbuka yang signifikan bukan hanya
disebabkan oleh perlambatan laju pertumbuhan ekonomi, yang menurut proyeksi
Core Indonesia akan berkisar -2% hingga 2% pada tahun ini, melainkan juga
disebabkan oleh perubahan perilaku masyarakat terkait pandemi Covid-19 dan
kebijakan pembatasan sosial, baik dalam skala kecil maupun skala besar.
Page 134 of 219.

