Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 180

Title          KLASTER KETENAGAKERJAAN DIUSULKAN DIPISAH DALAM OMNIBUS LAW
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      15 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q8u6zw354/klaster-ketenagakerjaan-diusu lkan-dipisah-
               Page/URL
                              dalam-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Rieke Dyah Pitaloka mengusulkan agar klaster
               ketenagakerjaan dapat dipisahkan dalam  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja. Menurutnya, hal
               itu agar regulasi tersebut dapat lebih fokus untuk mempermudah perizinan investasi.

               "Kami coba mengusulkan khususnya tentang ketenagakerjaan ada baiknya bagian klaster
               tentang ketenagakerjaan dipisahkan saja sehingga RUU ini jelas untuk mempermudah
               investasi dan mempermudah perizinan," kata Rieke Diah Pitaloka di Jakarta, Rabu (15/4).


               Menurut Rieke, usulan tersebut bakal bermanfaat untuk mengurangi tanggapan publik yang
               akhir-akhir ini menjadi tegang dengan diadakannya pembahasan RUU ini.

               Politikus PDIP itu berpendapat bahwa pemisahan klaster ketenagakerjaan ini dapat
               membuat pembahasan RUU tersebut ke depannya juga bisa lebih komprehensif atau
               bersifat menyeluruh.

               Rieke menjelaskan bahwa ketenagakerjaan merupakan hilir dari segala sistem
               perindustrian, perdagangan, dan ekonomi sehingga menurutnya perlu ada pembahasan
               khusus secara terpisah.


               Rieke mengaku sangat mendukung pemerintah dalam hal melakukan perbaikan regulasi
               untuk melakukan pembangunan bagi Indonesia.

               Sebelumnya, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas menyatakan,
               RUU  Omnibus Law Cipta Kerja  yang akan dibahas bakal menampung semua aspirasi yang
               disampaikan oleh beragam kalangan masyarakat di Tanah Air.

               "Baleg akan dengarkan masukan dan dilakukan terbuka. Karena itu pembahasannya
               dilakukan hati-hati dan cermat dan dengar masukan masyarakat," kata Supratman Andi
               Atgas.

               Supratman memaparkan bahwa tidak ada target waktu penyelesaian RUU Omnibus Law
               Cipta Kerja sehingga akan fleksibel sesuai keinginan masyarakat. Politikus Fraksi Partai
               Gerindra itu mengemukakan, Baleg DPR juga akan mengundang pemerintah untuk
               melakukan rapat kerja.

               "Raker dengan Baleg dalam rangka mendengarkan pendapat dari pemerintah terkait usulan
               pemerintah tentang RUU itu," ucapnya..






                                                      Page 179 of 219.
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185