Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 DESEMBER 2019
P. 101

Title          KEPALA DISNAKERTRANS KAGET UMK KARAWANG LEBIH TINGGI DARI MALAYSIA
               Media Name     jabar.antaranews.com
               Pub. Date      11 Desember 2019
                              https://jabar.antaranews.com/berita/124300/kepala-disnakertrans-kaget- umk-karawang-
               Page/URL
                              lebih-tinggi-dari-malaysia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Bandung - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat (Disnakertrans Jabar)
               Mochamad Ade Afriandi mengaku kaget saat mengetahui informasi bahwa nilai UMK
               Karawang Tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan upah minimum di Kuala Lumpur, Malaysia.

               "Jadi saat ada kegiatan Job Fair di Kabupaten Bandung, saya berbincang dengan investor
               industri farmasi dari Malaysia. Saya kaget, ternyata upah minimum di KL, Malaysia ternyata
               lebih rendah dari UMK Karawang," kata Ade Afriandi seusai membuka Bursa Kerja 2019
               bertema Milenial Festival di Gedung Disnakertrans Jabar, Kota Bandung, Rabu.

               Saat ini upah minimum di KL sebesar 1.100 Ringgit Malaysia per bulan atau setara dengan
               Rp3,7 juta (kurs Rp3.364,12 per ringgit Malaysia).

               Tahun depan Kerajaan Malaysia akan menaikkan upah minimum di sejumlah kota utama
               menjadi 1.200 ringgit Malaysia atau setara dengan Rp4,036 juta.

               "Pas saya tahu upah minimum di sana lebih kecil dibandingkan UMK Karawang, saya sampai
               bercanda, jangan-jangan nanti orang KL yang bekerja ke Jabar," kata Ade.

               Menurut dia, sekitar 10 tahun lalu Malaysia juga menghadapi persoalan terkait upah
               minimum yang sama dengan Indonesia dan banyak perusahaan di sana tutup karena
               tingginya UMK.

               "Jadi Malaysia itu bisa menekan upah serendah itu melalui upaya yang mereka lakukan
               sejak beberapa tahun lalu," katanya.

               Ade mengatakan salah satu langkah yang dilakukan Malaysia adalah dengan membuat
               sistem zonasi upah. Upah minimum di luar KL ditetapkan di bawah KL.

               "Malaysia juga membuat struktur dan skala pengupahan yang dipatuhi dengan baik oleh
               perusahaan-perusahaan Malaysia," ujarnya.

               Dia mengatakan, ada beberapa hal yang bisa diadopsi di Jabar untuk menyelesaikan
               persoalan upah, salah satu diantaranya adalah sistem zonasi upah untuk daerah-daerah
               yang berdekatan.

               "Untuk tahun depan kita akan coba berbicara tentang zonasi. Jadi misalnya untuk Kota
               Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat akan diarahkan
               untuk keluar satu angka karena lokasinya yang berdekatan," kata dia.




                                                      Page 100 of 110.
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106