Page 519 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JANUARI 2022
P. 519

Judul               Pekerja Menunggu Pengesahan RUU TPKS
                Nama Media          koran-jakarta.com
                Newstrend           Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja
                Halaman/URL         https://koran-jakarta.com/pekerja-menunggu-pengesahan-ruu-tpks
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2021-12-31 09:30:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000

                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan, Rilis
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Tindakan tersebut bisa terjadi kapan pun, di
              mana pun, di dunia nyata, atau dunia maya

              neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Serta hilangnya loyalitas dan dedikasi pada
              profesi



              Ringkasan


              Pekerja menungguh pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
              (TPKS)  guna  mencegah  pelecehan  seksual  di  tempat  kerja.  Demikian  disampaikan  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (30/12).




              PEKERJA MENUNGGU PENGESAHAN RUU TPKS

              Pekerja menungguh pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
              (TPKS)  guna  mencegah  pelecehan  seksual  di  tempat  kerja.  Demikian  disampaikan  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (30/12).

              Pelecehan dan kekerasan seksual bersifat lintas kelas, profesi, budaya, agama, bahkan lintas
              benua.

              "Tindakan tersebut bisa terjadi kapan pun, di mana pun, di dunia nyata, atau dunia maya,"
              jelasnya.







                                                           518
   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524