Page 26 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 FEBRUARI 2020
P. 26

dilibatkan dalam proses penyusunan konsep RUU Omnibus Law Cipta Lapangan
               Kerja. Padahal, serikat pekerja dijanjikan untuk dilibatkan dalam pembahasan.

               "Belum (ada pelibatan pekerja) sampai hari ini," kata Ristadi.

               Ristadi menyebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sempat
               mengundang para serikat pekerja di Kementerian Ketenagakerjaan ihwal penyusun
               RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Dalam pertemuan itu, pemerintah berjanji
               bahwa akan ada tim dari serikat pekerja yang akan turut andil dalam penyusunan.

               "Kemenaker menyampaikan bahwa Serikat pekerja akan dilibatkan, akan dibentuk
               sebuah tim untuk membahas di cluster ketenagakerjaan, cuma sampai hari ini kami
               belum menerima surat lanjutan untuk diminta personelnya atau ketentuan teknis
               tugas fungsinya soal ini," ujar Ristadi.

               Puluhan Serikat Buruh yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) menilai
               keseluruhan proses penyusunan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sangat
               tertutup, tidak demokratis, dan hanya melibatkan pengusaha. Selain itu, mereka
               juga menilai substansi RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja menyerupai watak
               pemerintah kolonial Hindia Belanda.

               "Konsep sistem ketenagakerjaan dalam RUU Cilaka mirip kondisi perburuhan pada
               masa kolonial Hindia Belanda," demikian pernyataan FRI yang disampaikan oleh
               Nining Elitos dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI)
               dalam keterangan yang diterima Republika .

               FRI menilai RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja juga mengembalikan politik
               pertanahan nasional ke zaman kolonial karena semangatnya sama dengan
               ketentuan dalam Agrarische Wet 1870. Aturan tersebut berambisi mempermudah
               pembukaan lahan sebanyak-banyaknya.

               "Formalisme hukum yang kuat dalam RUU Cilaka menghidupkan kembali semangat
               domein verklaring khas aturan kolonial. Masyarakat kehilangan hak partisipasi dan
               jalur upaya hukum untuk mempertahankan tanah yang mereka kuasai," kata FRI.

               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi
               kecurigaan atas RUU Omnibus Law yang disusun secara sembunyi-sembunyi. Ia
               membantahnya, karena draf RUU Omnibus Law pun akan harus melalui
               pembahasan DPR RI bersama pemerintah.

               "Kalau Omnibus Law kita proses secara sembunyi-sembunyi, sampai saat ini enggak
               ada yang tahu bahwa pemerintah menyiapkan Omnibus Law," ujar Airlangga dalam
               seminar nasional di Wisma Antara, Jakarta, Senin (3/2).

               Ia mengatakan, pembentukan undang-undang pasti melibatkan anggota dewan
               yang merupakan wakil rakyat yang dipilih melalui pemilihan umum langsung. Dalam
               pembahasan di DPR, ada Rapat Dengan Pendapat Umum (RDPU) yang akan



                                                       Page 24 of 127.
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31