Page 244 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 244

Title          KEMNAKER DAN BP2MI ATASI PENDERITAAN ABK
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      09 Mei 2020
                              https://www.beritasatu.com/ekonomi/630771/kemnaker-dan-bp2mi-atasi-pen deritaan-
               Page/URL
                              abk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Jakarta, Migrant Care mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan
               Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk bersikap pro-aktif
               memanggil para agen pengerah anak buah kapal (ABK) berkoordinasi dengan
               Kementerian Perhubungan untuk meminta pertanggungjawaban korporasi atas
               penderitaan ABK Indonesia di kapal pencari ikan Long Xin 605, Long Xin 629 dan
               Tian Yu 8 semua berbendera Republik Rakyat Tiongkok yang beroperasi berpindah-
               pindah tempat melintas negara.

               "Apalagi ditemukan pelanggaran hukum harus diteruskan melalui mekanisme hukum
               yang berlaku," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, Sabtu
               (9/5/2020).

               Sebagaimana diketahui, beberapa hari belakangan di media sosial dan media massa
               telah beredar secara viral video yang menggambarkan penderitaan para pekerja
               migran Indonesia yang bekerja sebagai ABK di kapal pencari ikan Long Xin 605,
               Long Xin 629 dan Tian Yu 8 semua berbendera Republik Rakyat Tiongkok yang
               beroperasi berpindah-pindah tempat melintas negara.


               Menurut Wahyu, apa yang dialami oleh para ABK Indonesia tersebut adalah bentuk
               dari kelanggaran hak asasi manusia dimana mereka terenggut kebebasannya,
               bekerja dalam kondisi tidak layak, tidak mendapatkan hak atas informasi, hingga
               hak yang paling dasar yaitu hak atas hidup pun terenggut.

               Kondisi ini makin memperlihatkan kondisi pekerja migran Indonesia, terutama yang
               bekerja di sektor kelautan, berwajah muram. Sebelumnya, seperti yang kita ketahui,
               ribuan pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai ABK di kapal-kapal pesiar
               juga menjadi korban penularan Covid-19, baik tertular penyakitnya maupun
               kehilangan pekerjaannya.

               Menurut catatan Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), sudah lebih
               dari 6.000 ABK mengalami pemutusan hubungan kerja. "Kerentanan pekerja migran
               Indonesia di sektor kelautan dan perikanan memang bukan hal yang baru," kata dia.

               Dalam Global Slavery Index yang dikeluarkan Walk Free tahun 2014-2016, dimana
               Migrant Care menjadi bagian dari inisiatif ini juga menempatkan pekerja migran di
               sektor kelautan dan perikanan terutama sebagai ABK di kapal pencari ikan sebagai
               praktek perbudakan modern yang terburuk.







                                                      Page 243 of 313.
   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249